PAPARAN : Jajaran direksi  PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) usai paparan publik hasil RUPST perseroan di Surabaya, Jumat (24/5/2019). (duta/imam)

SURABAYA | duta.co –PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) terus memacu kinerja perseroan yang mash merugi meski terus menurun jumlahnya. Posisi  keuangan Maret 2018 lalu masih merugi Rp 6,497 miliar, smentara tahun 2019 menjadi Rp 5,795 miliar.
Untuk itu,  Bukit Darmo Property Tbk tengah menyelesaikan pembangunan hotel Melia Adhiwangsa yang diharapkan bisa menjadi salah satu andalan mendongkrak pendapatan perseroan. Emiten pengembang properti berbasis di Surabaya ini pun menyebut kebutuhan dana untuk penyelesaian pembangunan hotel tersebut sekitar Rp 65 miliar. Dan guna mendapatkan dana tersebut, perseroan melakukan private placement dengan menerbitkan saham baru.
Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk, Brasada Chandra menyatakan, pengajuan perseroan tersebut sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dimana perseroan akan menerbitkan 683,09 juta saham atau 10 persen dari jumlah yang telah ditempatkan dan disetor.
“Private placement akan digelar secepatnya dan terbuka lebar bagi semua investor termasuk perusahaan yang terafiliasi dengan perseroan. kami menargetkan dana yang terkumpul mencapai Rp79,79 miliar, dimana sebanyak Rp 65 miliar akan digunakan untuk menyelesaikan proyek hotel yang saat ini pada tahap mechanical electical plumbing (MEP) serta interior hotel,” katanya pada paparan publik hasil RUPST perseroan di Surabaya, Jumat (24/5/2019).
Dijelaskan Brasada Chandra penyelesain MEP dan interior hotel sudah dimulai dan pihaknya berharap dalam 10 hingga 11 bulan ke depan atau akhir 2020 proyek hotel ini akan selesai dan langsung bisa dioperasikan.
Pembangunan proyek hotel sebenarnya sudah dimulai sejak dua tahun lalu dan sudah menyerap dana hampir Rp 80 miliar untuk menyelesaikan pekerjaaan strukturnya, namun dalam perjalananya, desain mengalami perubahan.
“Penyelesaian proyek hotel hingga pengoperasiannya nanti merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kinerja perseroan ke depan,” jelas Brasada.
Selain hotel, perseroan juga sedang menyiapkan beberapa proyek lain, yakni bangunan ballroom yang berada disamping hotel dengan kapasitas 1.500 tempat duduk serta proyek apartemen 2 tower di lahan seluas 1,3 hektar yang terkoneksi dengan Lenmarc. Kedua proyek itu saat ini sedang menyelesaikan desain dan konsultasi perizinan serta menghitung kebutuhan dananya.
“Kita targetkan tahun ini desain dan konsultasi perizinan ke Pemkot Surabaya bisa rampung dan segera bisa dimulai pembangunannya,” ujar Brasada.
Direktur Utama PT Bukit Darmo Property Tbk Jokky Wahyoedi Hidayat memaparkan, sepanjang kuartal I/2019 perseroan meraup penjualan bersih sebesar Rp 11,98 miliar, turun 24,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar Rp 15,84 miliar.
Di tiga bulan pertama tahun ini juga perseroan masih mengalami kerugian sebesar Rp5,79 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibanding kerugian pada periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 6,49 miliar. (imm)