KINERJA : (ki-ka) Dirut PT Siantar Top Tbk Agus Suhartanto dan Direktur PT Siantar Top Tbk Suwanto menjelaskan produk disela RUPSLB, Kamis (3/2). (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Awal tahun 2022 varian covid-19 Omicron menunjukkan peningkatan signifikan di Indonesia menjadi kekhawatiran para pelaku usaha. Apakah Omicron berdampak negative pada pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang akhirnya berpengaruh pada kinerja penjualan.

Meskipun masih dibayangi pandemi Covid-19 dan kenaikan harga bahan baku, namun PT Siantar Top Tbk produsen makanan ringan tetap optimistis tahun 2022 ini pertumbuhan penjualan bisa double digit. Selain fokus menggarap pasar lokal yang potensinya masih besar, juga intens menggenjot pasar ekspor ke sejumlah negara.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Agus Suhartanto mengatakan  untuk menjaga kinerja penjualan, pihaknya akan memperbanyak depo agar distribusi produk ke konsumen semakin cepat terutama di Kawasan Indonesia Tmur. Hal ini juga untuk mengantisipasi market domestik yang pertumbuhannya cukup signifikan meskipun ada pandemi.

“Sekarang yang penting menjaga supply sebaik mungkin sambil mencari peluang pasar baru. Kami ingin konsumen mendapatkan produk yang diinginkan. Depo harus merata dan penuh isinya,” ujar Agus Suhartanto disela RUPSLB, Kamis (3/2).

Terkait pasar ekspor, saat ini pihaknya menjaga pasar yang sudah ada. Karena peraingannya sekarang juga semakin berat. Sebab banyak negara yang mengurangi impor dan berupaya memberdayakan produk di dalam negerinya, akibat pandemi Covid 19.

Namun begitu, pihaknya terus mencoba mencari terobosan untuk bisa masuk di pasar ekspor baru. Saat ini beberapa negara tujuan ekspor emiten berkode STTP ini diantaranya adalah China, Korea, Taiwan, Vietnam, negara Timur Tengah, Australia dan Afrika.

“Setiap tahun pasar ekspor tetap tumbuh. Karena itu pasar existing tetap kami maintenance sambil terus mencari pasar baru. Saat ini kontribusi pasar ekspor masih 10 persen dari total sales kami. Sisanya dari pasar domestic,” tandas Agus Suhartanto.

Agus Suhartanto menambahkan perseroan tetap menjaga agar dalam suasana pandemi, pihaknya masih mampu menjaga kinerja perseroan. Salah satunya dengan cara merilis produk baru untuk menambah varian produk yang sudah ada sekaligus menambah segmen pasar.

“Awa tahun 2022 ini kondiisinya memang krusial karena pandemi belum juga berakhir. Tapi kami tetap optimistis penjualan bsia tumbuh double digit. Untuk memacu penjualan kami akan rilis beberapa produk baru di pasaran. Tahun ini kami juga akan tambah kapasitas produksi dengan capex (belanja modal) sekitar Rp 350 miliar,” ujar .

Namun begitu, pihaknya belum berani menjelaskan detail tentang produk baru tersebut. Sebab pihaknya harus menyiapkan secara matang termasuk ketersediaan bahan baku yang diperlukan. Sebab saat ini beberapa bahan baku yang dibutuhkan harganya semakin melambung.

Dia menggambarkan beberapa bahan baku utama seperti terigu yang harganya dua tahun terakhir ini sudah naik 20 persen. Demikian juga gula harganya naik 15 persen dan cenderung naik terus. Sementara minyak goreng kenaikannya harganya bahkan sudah sekitar 100 persen.

Kenaikan harga bahan baku tersebut akan berimbas signifikan pada kinerja perseroan kedepan. Sebab hal itu akan mempengaruhi margin perusahaaan. Sebab itu, kedepan strateginya adalah secara perlahan menaikan level produk ke segmen menengah.

“Bahan baku tersedia namun harganya naik signifikan. Ini susahnya untuk tetap menjaga harga produk. Mungkin penjualan akan tetap naik tapi marginnya turun,” tambahnya. Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry