DONASI : Wakil Rektor ITTS Ir. Tri Agus Djoko Kuntjoro disela buka puasa bersama dan donasi sekitar 50 anak yatim di kampus ITTS Jalan. Jl. Gayungan PTT No.17-19, Gayungan, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, kamis (23/5). (duta.co/imam)

SURABAYA | duta.co – Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) terus melakukan pembenahan guna meningkatkan status salah satu perguruan tinggi teknologi ternama di kota Surabaya. Meski baru beroperasi delapan bulan lalu, ITTS mencanangkan dapat akreditasi A.
Demikian dikatakan Wakil Rektor ITTS Ir. Tri Agus Djoko Kuntjoro disela buka puasa bersama dan donasi sekitar 50 anak yatim di kampus ITTS Jalan. Jl. Gayungan PTT No.17-19, Gayungan, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, kamis (23/5)..
Tri Agus Djoko Kuntjoro menambahkan untuk memacu akreditasi A, ITTS banyak melakukan kegiatan internal dan ekternal. Salah satunya acara Corporate Social Responsibility (CSR) dalam hal ini membantu meringankan beban anak yatim di bulan Ramadan.
“Banyak kegiatan lain yang tercakup dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. Diantaranya olah rasio, olah raga dan pengambidan mayarakat terus ditingkatkan,” jelasnya.
Ditanya tentang jumlah mahasiswa saat ini, Tri Agus Djoko Kuntjoro mengatakan saat ini terdapat 134 mahasiswa dengan dua fakultas. ITTelkom Surabaya hadir dengan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung daya saing bangsa Indonesia.
“ITTelkom Surabaya merupakan perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom dan Telkom Group, masih menerima pendaftaran mahasiswa baru pada 7 (tujuh) program studi untuk masuk perkuliahan tahun 2018 ini,” jelasnya.
Dari sejumlah mahasiswa jelas Tri Agus Djoko Kuntjoro merupakan beasiswa dari sejumlah instansi. Diantaranya polisi, AL, Kejati dan beasiswa siswa tidak mampu khususnya kepada anak indnesia timur. Plafon dari Yayasan Pendidikan Telkom sebesar Rp 20 miliar tahun ini untuk 20 sampai 30 orang mahasiswa.
“Untuk tahun 2019 penerimaan mahasiswa ditargetkan 720 orang, dan target 1000 mahasiswa pada tahun 2020. Dimana tahun depan kampus akan pindah ke Ketintang,” jelasnya.
Tri Agus Djoko Kuntjoro menambahkan untuk tahun 2020 dengan mahasiswa sebesar 1.000 orang, setidaknya didukung 60 dosen dengan komposisi  1 berbanding 20. Syarat minimal dosen berpendidikan S2. Saat ini pihaknya sedang menyekolahkan 4 calon doktor di Jepang, Korea dan Malaysia. Satu yang sudah lulus dari Perancis. (imm)
 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry