
Mengusung tema “Cerdas Jualannya, Tangguh Usahanya”, program ini digelar untuk membekali ratusan Mitra GrabMerchant dengan berbagai pengetahuan agar semakin cerdas dalam mengembangkan usaha, mulai dari pemanfaatan teknologi dan strategi promosi hingga penguatan literasi keuangan.
Seiring dengan berkembangnya kebutuhan usaha dan semakin beragamnya pilihan produk serta layanan keuangan, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.
Berdasarkan data OJK periode Januari 2026 hingga 30 Juni 2026, tercatat 22.206 pengaduan terkait praktik keuangan ilegal, yang terdiri atas 19.169 laporan pinjaman online ilegal, 2.878 laporan investasi ilegal, dan 159 laporan gadai ilegal. Kondisi ini menegaskan perlunya langkah nyata untuk meningkatkan edukasi finansial bagi para pelaku usaha.
Kolaborasi OVO Finansial dan OJK di Teras Perwira Surabaya turut memperkuat sinergi antara regulator dan pelaku industri dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperluas pemahaman pelaku UMKM tentang akses pendanaan yang bertanggung jawab.
Melalui edukasi yang diberikan, Mitra GrabMerchant diajak untuk memahami perbedaan antara layanan pendanaan legal dan ilegal, mengenali hak dan kewajiban sebagai debitur, serta mempertimbangkan kemampuan pembayaran sebelum menggunakan produk pendanaan.
Melalui rangkaian kegiatan Teras Perwira di Surabaya, OJK hadir untuk memberikan edukasi kepada Mitra GrabMerchant guna meningkatkan pemahaman dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara aman dan bijak. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mendorong pelaku UMKM agar semakin cermat dalam mengambil keputusan keuangan guna mendukung keberlangsungan usaha mereka.
Japarmen Manalu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, Otoritas Jasa Keuangan Kantor Provinsi Jawa Timur mengatakan, bagi pelaku UMKM, akses terhadap produk keuangan perlu diiringi dengan pemahaman yang baik agar benar-benar dapat mendukung pertumbuhan usaha.
“Karena itu, penting untuk selalu memastikan legalitas penyedia layanan, memahami manfaat dan risikonya, serta memperhitungkan kemampuan pembayaran sebelum mengambil pendanaan. Dengan literasi keuangan yang semakin baik, kami berharap pelaku UMKM dapat terhindar dari produk keuangan ilegal dan lebih bijak dalam memilih solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan usahanya,” katanya.
Reza Fahreddy, Kabid Koperasi Dikopumdag Kota Surabaya, menyampaikan, pihaknya melihat UMKM yang kuat bukan hanya pelaku yang mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga yang pintar mengelola keuangan serta mengambil keputusan dalam berstrategi berwirausaha dengan baik.
“Karena itu, kami berharap saat ini pelaku UMKM semakin melek akan pentingnya literasi keuangan agar mereka memahami pilihan produk dan layanan keuangan, termasuk memilih akses pendanaan yang resmi, sesuai kebutuhan, serta mempertimbangkan kemampuan pembayaran. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang melek keuangan, kami berharap UMKM Surabaya dapat bersaing dan naik kelas sekaligus menjadi bagian dari penguatan perekonomian daerah, khususnya di Kota Surabaya,” ujarnya.
Menandai lima tahun perjalanannya sejak Juni 2021, Teras Perwira Spesial Ulang Tahun 2026 melanjutkan rangkaian program pengembangan Mitra GrabMerchant yang hingga kini telah menjangkau lebih dari 1.000 Mitra GrabMerchant di 10 kota di Indonesia.
Di Surabaya, program ini turut mengusung semangat Bulan Literasi Keuangan melalui pembekalan yang memadukan pengembangan bisnis, pemanfaatan teknologi, penguatan literasi keuangan, serta pemahaman tentang akses terhadap sumber pendanaan resmi untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Mekhdi Ibrahim Johan, Head of Public Affairs, OVO Finansial, mengatakan, pihaknya percaya pertumbuhan usaha perlu diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan dan mengambil keputusan pendanaan secara bijak.
Momentum Bulan Literasi Keuangan menjadi kesempatan bagi OVO Financial bersama OJK, Pemerintah Kota Surabaya dan Grab untuk semakin mendekatkan edukasi keuangan kepada para pelaku usaha.
“Melalui Teras Perwira, kami ingin membantu Mitra GrabMerchant tidak hanya semakin cerdas dalam mengembangkan penjualan, tetapi juga memahami pilihan pendanaan resmi, manfaat dan risikonya, serta memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usahanya. Salah satunya melalui GrabModal Mantul by OVO Finansial, yang dapat menjadi pilihan akses pendanaan bagi Mitra dalam ekosistem Grab,” tuturnya.
Pemahaman mengenai literasi keuangan dan akses pendanaan kemudian diperdalam melalui sesi panel bertajuk “Merdeka Keuangan, Merdeka Jualan: Literasi Keuangan dan Alternatif Permodalan Usaha”.
Diskusi ini mengajak Mitra GrabMerchant memahami berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih sumber pendanaan, mulai dari legalitas penyedia layanan, manfaat dan risiko produk, kewajiban pembayaran, hingga memilih pendanaan yang sesuai dengan kondisi usaha.
Dalam sesi ini, GrabModal Mantul by OVO Finansial turut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif akses pendanaan bagi Mitra dalam ekosistem Grab. Melalui layanan GrabModal Mantul, Mitra Pengemudi dan Mitra GrabMerchant dapat memperoleh akses terhadap pendanaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan proses yang cepat, cicilan ringan, serta skema pembayaran yang disesuaikan dengan karakteristik Mitra di ekosistem Grab. ril/lis



































