MADIUN | duta.co – Ekonomi selama 3 tahun terakhir ini, diwarnai pandemi Covid-19 sehingga sempat ada kontraksi juga dialami Kabupaten Madiun. Demikian gambaran Outlook Ekonomi Tahun 2022-2027 digelar beberapa hari lalu, tujuan untuk mengetahui dan menganalisa kondisi ekonomi 3 tahun terakhir.

“Lalu, mengetahui dan menganalisis angka proyeksi ekonomi Kabupaten Madiun 5 tahun kedepan, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat pendapatan regional, kemiskinan, pengangguran,. PDRB serta lainnya,” jelas Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bapeda Kabupaten Madiun Evi Diah Andriani, Jum’at (17/12/2021).

Selain itu, tambahnya, ketersediaan dokumen outlook ekonomi daerah di tahun 2022-2027, sebagai bahan rujukan atau acuan bagi pemangku kepentingan daerah. Khususnya, mempermudah buat perencanaan dan kebijakan pembangunan daerah di masa mendatang.

Menurutnya pandemi Covid-19 sempat membuat sendi-sendi perekonomian terpuruk di tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun sempat alami. Kontraksi terjadi mencapai -1,69%, padahal 2019 lalu tercatat 5,42%, disusul pengangguran alami kenaikan dari 3,25% (2019) jadi 4,8% (2020).

Begitu juga tingkat kemiskinan jika 2010-2019 mencapai 10,54% menjadi 11,46% (2020), angka ketimpangan di tahun 2020 menjadi 0,36%. “Kami bersyukur, ditengah pandemi Covid-19 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam kondisi aman dan mencatat kenaikan dari 71,46 (2019) jadi 71,73 (2020),” ujarnya lagi.

Meski, sempat alami kontraksi hingg minus, seluruh peserta optimis jika pandemi Covid-19 berlalu, ekonomi bisa tumbuh dengan baik. Dalam Outlook Ekonomi Kabupaten Madiun tersebut diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait makro ekonomi, Komisi D DPRD Kabupaten Madiun, akademisi. (ags)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry