Tolak Anarkisme: tokoh agama, ormas dan Forkopimda, menggelar deklarasi cinta damai di Mapolres Pasuruan. (DUTA.CO/Abdul)
PASURUAN | duta.co – Pasca aksi demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di sejumlah daerah dilakukan sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Pasuruan, menimbulkan perhatian serius organisasi masyarakat, tokoh agama, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pasuruan dan Polres Pasuruan.
Menyikapi adanya aksi anarkisme yang dilakukan pendemo di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, beberapa hari lalu, Forum Komunikasi Umat Beragam (FKUB) Kabupaten Pasuruan menggelar Deklarasi untuk mendukung polisi dan TNI menjaga keamanan negeri ini yang dilaksanakan di Mapolres Pasuruan.
Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, mengatakan, kegiatan deklarasi ini merupakan wadah bagi organisasi kemasyarakat yang ada di Kabupaten Pasuruan untuk bersilaturahmi dan saling mengenal satu sama lain. “Kalau sudah mengenal, maka kita akan memahami permasalahan masyarakat,” ujarnya.
Kata dia, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyatukan persepsi di masyarakat. Misalnya bagaimana cara menyampaikan pendapat atau aspirasi dengan cara yang santun dan damai kepada masyarakat. “Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk menjaga Kamtibmas,” papar Kapolres.
Pihaknya berharap bentuk dukungan penandatangan dan deklarasi damai ini bisa memberikan rasa aman dan meringankan tugas polisi. “Sehingga kami bersama elemen masyarakat, tokoh agama dan organisasi masyarakat ingin Kabupaten Pasuruan adem ayem, aman dan kondusif,” pungkasnya. (dul)
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry