Mr Nattharut Konchonyakong alias Rudy, warga asli Thailand yang fasih berbahasa Indonesia. (duta/DOK)
Mr Nattharut Konchonyakong alias Rudy, warga asli Thailand yang fasih berbahasa Indonesia. (duta.co/DOK)

BANGKOK | duta.co — “Selamat malam, selamat datang di Kota Bangkok Thailand Bapak, Ibu,” sapa lelaki paruh baya yang menyambut kedatangan rombongan Wisatawan asal Indonesia di Bandara International Donmang Airport International Bangkok, Minggu (1/1/2017) pukul 21.30 malam.

Adalah Mr Nattharut Konchonyakong yang di kenal Wisatawan Indonesia dengan nama Rudy. Lelaki berusia 52 tahun itu bertindak selaku tour guide (pemandu wisata) selama kami berada di Thailand.

Dengan ramahnya, Rudy memperkenalkan diri, dari nama dan cara dia melafalkan Bahasa Indonesia nyaris membuat saya, keluarga dan juga teman lainnya terkecoh. Kami mengira Rudy adalah orang Indonesia yang menetap di Thailand dan bekerja sebagai pemandu wisata di Negeri Gajah Putih itu.

Rupanya ia asli Thailand. Ia sudah menjalani profesinya itu sejak 1990, dan kebetulan, ia diberi anugrah berupa kemudahan melafalkan bahasa negara lain. Selain Bahasa Indonesia, ia juga bisa berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dan China.

“Saya sebelumnya melayani wisatawan dari Thailand ke luar Negeri kurang lebih sepuluh tahun, seperti ke Negara Hongkong, Malaysia, Singapore,” ujarnya.

Dan memang semua bahasa dipelajarinya sejak lulus sekolah di Ramkamhang Univesity.

“Awalnya saya seorang guru pendidikan lalu beralih profesi,” ungkap Rudy kepada Duta.co, Rabu (4/1/2017).

Terkait Bahasa Indonesia, Rudy memang sengaja memilih bahasa tersebut saat menjalani kursus tour guide yang digelar SKY hub bekerja sama dengan KBRI. Jadi wajar saja jika bercakap-cakap dengannya, kami merasa seperti sekampung. Ia pun mengungkapkan alasan memilih Bahasa Indonesia.

“Kursus kan itu minimal dua bahasa. Salah satunya saya pilih Indonesia. Kenapa? Karena saya muslim, ada keturunan melayu, dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling gampang untuk dipelajari,” tuturnya.

Rudy merupakan satu di antara ratusan pemandu wisata Thailand yang fasih berbahasa Indonesia.

“Jumlahnya itu sekitar 150 orang yang sangat fasih berbahasa Indonesia dan mayoritas memang orang Thailand Selatan. Untuk logatnya, tergantung yang ngajar,” katanya.

Kepiawaian pemandu wisata Thailand dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia boleh dikata sebagai salah satu strategi pemerintah setempat dalam mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan Indonesia.

Marketing Manager SKY hub, Muhammad Noer yang turut mendampingi dalam perjalanan ini menyebut, pada tahun baru 2017 jumlah kunjungan wisatawan asal Indonesia mencapai 200 ribu orang.

Tahun ini, kata dia, diprediksi mengalami peningkatan seiring dengan keseriusan pemerintah setempat menggarap potensi wisata di Thailand. Termasuk wisata yang halal di negara yang penduduknya mayoritas Budha itu.

“Perkembangan wisata halal di Thailand itu sejak lima tahun lalu. Namun betul-betul siap sekitar tiga tahun belakangan,” kata Muhammad Noer. Sebagai negara mayoritas muslim dan padat penduduk, Indonesia merupakan pasar potensial bagi Thailand.

Saat ini Indonesia masih berada di urutan ke-14 dalam hal jumlah kunjungan turis ke Thailand. “Yang terbesar itu dari China. Disusul Malaysia, Korea, dan Jepang,” ujarnya. (bs)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan