SURABAYA | duta.co – Artificial Intellegence (AI/kecerdasan buatan) juga merasuki dunia fashion tanah air. Banyak pelaku industri ini yang was-was akan kehadirannya. Namun, ternyata AI tidak akan bisa menggantikan profesi ini.

Dibya Hody dari Surabaya Fashion Chamber (IFC) mengaku sejak lima tahun terakhir ini AI sudah menggenpur dunia fashion. Namun bagi desainer, AI bukanlah sebuah pesaing. “Justru para pelaku dunia fashion harus bersahabat dengan Ai jangan antipati. Karena teknologi tidak bisa kita hindari,” katanya di pembukaan Surabaya Fashion Parade 2024, Plasa Tunjungan, Kamis (22/8/2024).

AI kata Dibya AI justru bisa membantu para desainer. AI bisa mempercepat pekerjaan yang semula bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan bisa hanya hitungan menit.

“Kadang kita perlu waktu lama untuk mencari ide. Dengan AI tidak butuh waktu lama. Tinggal kita cari apa mau kita, lalu tinggal dikasih sentuhan sesuai dengan karakter dan ciri khas desain kita. Sudah jadi,” jelasnya.

Kecepatan inilah yang bisa membuat desainer lebih produktif dalam berkarya. “Jadi jangan antipati dulu. Toh, AI itu tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau tidak kita komando. AI tidak akan membuat profesi desainer tergerus,” tukasnya.

Dibya yang juga seorang guru fashion ini menekankan pada mahasiswa ya tidak antipati pada teknologi yang juga merambah fashion. Anak muda harusnya lebih bersahabat dengan teknologi. “Jadikan semuanya untuk hal yang positif” tukasnya.

Di tengah gempuran itu, Dibya  optimis karya desainer yang berkualitas pasti akan ditunggu para pecinta fashion di tanah air. Salah satunya lewat peragaan busana yakni Surabaya Fashion Parade (SFP). Ajang tahunan ini kembali digelar di Plasa Tunjungan Surabaya,22-25 Agustus 2024.

Owner SFP, Dian Aprilia mengatakan SFP sudah memasuki usia 17 tahun di 2024. Dan SFP sudah menjadi aset dan milik masyarakat luas.

“Tujuh belas tmtahun semakin berkreasi mengikuti perkembangan zaman. Bisa lebih mengembangkan ide. Ini menjadi wadah seluas-luasnya bagi para generasi muda desainer berkarya semakin tahun mengikuti perkembangan industri fahsion,” jelas Dian.

SFP jali ini mengusung tema “AVANTECH”, sebuah perayaan inovasi dan keanggunan yang memadukan teknologi dan seni busana.

“AVANTECH” adalah tema yang menggambarkan kemajuan teknologi dalam dunia fashion, menghubungkan desain kekinian dengan solusi digital untuk menciptakan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan partisipasi dari berbagai desainer terkemuka, industri teknologi, inovator lokal, dan insan mode, SFP ke-17 menawarkan wadah bagi para creator untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dalam desain busana dengan setting spektakuler.

SFP juga masih terus mengkampanyekan bagaimana fashion, teknologi, dan praktik keberlanjutan dapat bersinergi dalam industri ini. Desain fashion yang dapat memanfaatkan teknologi terbaru dalam menghasilkan karya yang tidak hanya menawan tetapi juga ramah lingkungan adalah komitmen yang terus digaungkan SFP.

SFP ke-17 adalah kerja sama mutual antara Tunjungan Plaza dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang siap memberikan gebrakan baru tiap tahunnya. Partnership yang telah terjalin sejak 2017 ini memberikan perubahan signifikan dalam setiap event SFP karena menghadirkan tema-tema yang selalu berbeda dan berkelas.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, SFP tahun ini juga disponsori oleh KLT NEW yang berkontribusi besar dalam terwujudnya perhelatan fashion terbesar di Jawa Timur ini. Rangkaian koleksi make-up dan skincare KLT NEW yang terus update menjadi salah satu bagian penting dalam event SFP.

Participant Designers: “AVANTECH” akan menampilkan koleksi dari desainer-desainer terkemuka di Indonesia seperti Danjyo Hiyoji, Deden Siswanto, Alben Ayub Andal, Asti Atmodjo, dan lain-lain. Desainer-desainer ini akan menampilkan busana-busana yang mengintegrasikan prinsip sustainable dalam desain mereka sambal tetap menyajikan sesuatu yang estetik.

Tampil modis dengan karya-karya desainer di area exhibition khusus retail area. Beberapa brand yang berpartisipasi antara lain: KLT NEW, DODDS by Denny Sumargo, ZM Zaskia Mecca, Javabatik, Arinna Premium Hijab, Arva School of Fashion, dan masih banyak lagi.

Juga ada talkshow menghadirkan tokoh-tokoh yang dekat dengan dunia fashion dan pengalaman-pengalaman mereka yang dapat membuka wawasan dalam industri ini. Sebut saya fotografer Mochtret, Ibu Ariani Widagdo dan dedikasinya membuat fashion yang ramah lingkungan, serta KLT New make-up demo by Vina Wijayanti. ril/end

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry