
SURABAYA | duta.co – Di Bulan Ramadan tahun 2026 ini, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluncurkan rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H bertajuk “Berkah Ramadan Bersama BPKH 1447 H: Bangkit Bersama, Umat Berdaya”.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen BPKH dalam mengoptimalkan nilai manfaat pengelolaan dana haji melalui program kemaslahatan yang berdampak sosial luas bagi masyarakat selama bulan suci.
Dalam program ini, BPKH rencananya akan menyalurkan kepada ribuan Penerima Manfaat (PM) di berbagai pelosok Indonesia. Peluncuran program dilaksanakan di Muamalat Tower, Jakarta, Selasa (10/3).
Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati menjelaskan seluruh pendanaan program ini bersumber dari nilai manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari setoran awal haji milik jemaah.
“Melalui tema Bangkit Bersama, Umat Berdaya, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi umat. Kami berharap DAU yang dikelola secara optimal ini manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Lilies sapaan akrab Sulistyowati dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan bahwa peran BPKH kini tidak hanya fokus pada pengelolaan keuangan haji, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.
“BPKH hadir untuk memberikan kemaslahatan melalui investasi sosial. Tahun ini, kami merancang enam program unggulan yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga sarana ibadah,” tutur Fadlul.
Enam Program Utama Berkah Ramadan BPKH 1447 H
Rangkaian kegiatan tahun ini mencakup enam pilar utama kemaslahatan:
1. Distribusi Mushaf Al-Qur’an dan Iqra: Menyalurkan 10.000 Mushaf Reguler, 1.000 Mushaf Imam, serta bantuan khusus berupa 1.000 Mushaf Isyarat (disabilitas) dan 1.000 Iqra Braille lengkap dengan pelatihannya.
2. Bingkisan Lebaran: Distribusi 8.000 paket perlengkapan ibadah (mukena, sarung, sajadah) bagi masyarakat prasejahtera.
3. Semarak Kewirausahaan Kampung Haji: Pemberdayaan ekonomi produktif di tiga lokasi strategis: Sukabumi, Donggala, dan Sigi.
4. Balik Kerja Bareng BPKH: Dukungan transportasi gratis pasca-Lebaran menggunakan 60 unit bus dari empat titik (Yogyakarta, Lampung, Solo, dan Surabaya) pada 23–24 Maret 2026.
5. Revitalisasi Masjid & Mushola: Pembersihan dan perbaikan fasilitas ibadah di 15 terminal serta pelabuhan di wilayah Jawa dan Sumatera demi kenyamanan para musafir.
6. Semarak Ramadan Berbagi: Inisiatif baru berupa buka puasa bersama dan santunan bagi anak yatim serta dhuafa di 7 titik wilayah Indonesia.
Guna menyukseskan program ini, BPKH menggandeng 14 Mitra Kemaslahatan tepercaya, di antaranya BAZNAS, Rumah Zakat, DT Peduli, Dompet Dhuafa, LAZISNU, LAZISMU, PPA Daarul Quran, Solo Peduli, LAZ Ummul Quro, Baitulmaal Muamalat, BSI Maslahat, dan Dewan Masjid Indonesia.
BPKH terus berkomitmen menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Seluruh penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan, ekonomi umat, hingga aksi tanggap bencana.
Salurkan Bingkisan 100 Anak Yatim di Malang

Bagian dari program yang dicanangkan BPKH di bulan Ramadan ini dengan menebar manfaat kali ini dengan buka puasa bersama serta penyaluran bingkisan Lebaran kepada 100 anak yatim piatu di Malang Minggu (08/02).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Badan Pengelola Keuangan Haji dalam mengemban amanah pengelolaan dana umat secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
Seperti dikatakan Sulistyowati Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan, SDM, dan PUM, , mengatakan bahwa nilai manfaat dari pengelolaan dana haji terus dioptimalkan untuk mendukung berbagai program kemaslahatan yang langsung menyentuh masyarakat.
“Kami mengelola dua jenis dana utama, yakni Dana Setoran Awal Haji dan Dana Abadi Umat. Nilai manfaat dari dana ini kami optimalkan untuk mendukung program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga kehadiran BPKH dapat dirasakan manfaatnya secara luas,” ujar Sulistyowati.
Program Semarak Ramadan Berbagi merupakan bagian dari rangkaian besar Program Berkah Ramadan BPKH tahun ini yang mengusung tema “Bangkit Bersama, Umat Berdaya.”
Selain santunan bagi anak yatim, BPKH juga menjalankan sejumlah program sosial lain selama Ramadan, antara lain. Distribusi Al-Quran dan Iqra, menjangkau wilayah pelosok dan daerah tertinggal. Pemberdayaan ekonomi umat melalui program Semarak Kewirausahaan di Kampung Haji BPKH, Revitalisasi sarana ibadah, berupa perbaikan masjid dan musala di titik transportasi publik seperti terminal dan pelabuhan. Balik Kerja Bareng BPKH, penyediaan transportasi gratis bagi masyarakat yang kembali bekerja di Jabodetabek setelah Lebaran.
Khusus di Jawa Timur, program Balik Kerja Bareng BPKH menyiapkan 15 bus eksekutif dengan titik keberangkatan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Program ini mendapat sambutan tinggi dari masyarakat dengan total 1.412 pendaftar untuk kuota 675 peserta.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran program BPKH di Kota Malang. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPKH dapat terus terjalin untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian BPKH terhadap anak-anak yatim di Kota Malang. Semoga sinergi antara BPKH dengan Pemerintah Kota Malang serta seluruh stakeholder di Bumi Arema semakin kuat ke depannya,” kata Wahyu.
Dalam kegiatan sosial tersebut, BPKH menyalurkan berbagai bingkisan Lebaran berupa paket sembako, kue Lebaran, serta perlengkapan ibadah seperti baju koko dan gamis kepada anak-anak panti asuhan. Imm





































