Terlihat antusiasme pembeli.

KEDIRI | duta.co – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri menyelenggarakan operasi pasar murni. Kegiatan bukan hanya diselenggarakan secara offline, tapi juga online.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, menyampaikan, inovasi operasi pasar murni dengan sistem online ini sangat efektif.

“Sistem pesanan online ini adalah upaya Pemerintah Kota Kediri mengurangi kerumunan, karena saat ini masih pandemi Covid-19. Selain itu juga memudahkan pembeli yang tidak bisa datang ke lokasi OPM ofline. Rupanya, sistem online ini juga tak kalah ramai diserbu pembeli,” ujar Mas Abu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Tanto Wijohari, menjelaskan, petugasnya sempat kewalahan dengan order yang membeludak. Dibuka sejak, Sabtu (18/12), sudah ada 120 pesanan.

“Kemarin itu ada 120 pesanan dalam sehari. Animo masyarakat Kediri luar biasa. Kami sempat kewalahan, karena admin terbatas, tenaga terbatas. Tapi, tetap kami layani masyarakat dengan sistem COD,” jelasnya, Minggu (19/12).

Ia mengatakan, banyak yang suka duka dengan sistem ini. Dengan online, bisa mengurangi kerumunan, namun juga membeludaknya pesanan.

Beberapa kendala di lapangan juga terjadi, misalnya pemesan ternyata mencantumkan alamat yang lama, sedangkan dia tinggal di alamat baru, pemesan mencantumkan alamat orangtuanya, sedangkan yang pesan tidak tinggal satu rumah, sehingga hal itu menyebabkan petugas juga kesulitan untuk mengantar pesanan.

Tanto Wijohari, menambahkan, sistem online ini memang baru dilakukan saat ini sekaligus uji coba. Ke depannya, pihaknya ingin menggandeng perusahaan jasa ojek, sehingga lebih memudahkan untuk pengiriman barang.

“Kami evaluasi ini untuk pemesanan online. Ke depan kami berencana menggandeng misalnya ojek online, sehingga lebih profesional. Untuk hari ini, kami selesaikan pesanan dulu sampai habis,” imbuhnya.

Ia juga menyebut, saat ini memang konsentrasi menyelesaikan pengiriman pesanan sehingga untuk pesanan pun ditutup sementara. Jika semua barang sudah diambil, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri kembali lagi membuka pesanan online.

Saat ini, stok pun juga masih cukup banyak, yakni beras, telur ayam, gula, serta minyak semuanya masih tersedia cukup. Pembelian juga dibatasi setiap orang maksimal membeli dua item, misalnya beras ukuran 5 kilogram maksimal dua bungkus. Begitu juga dengan telur ayam maksiamal 2 kilogram.

Terkait harga dalam operasi pasar murni secara oline ini, harganya juga sama dengan offline, yakni beras seharga Rp47.500 per 5 kilogram, gula pasir seharga 10.500 per kilogram, telur ayam Rp22.500 per kilogram, dan minyak goreng Rp14.000 per botol 1 liter.

Anik Sumartini, Kabid Pengembangan Perdagangan dan Produk Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri mengatakan tentang suka duka mengirim pesanan.

“Saya hari ini kirim 58 pesanan, berangkat jam 08.00 selesai jam 13.00 WIB. Hari ini pesanan yang dikirimkan banyak. Secara total ada lebih dari 200 paket. Ada tiga mobil dan enam motor yang membantu mengirimkan, tapi pesanan belum selesai terkirim semua,” jelas Anik.

Namun, ia mengatakan, dengan sistem ini jadi pengalaman tersendiri baginya dengan rekan-rekannya.

“Kegiatan ini juga sudah menjadi komitmen dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri untuk membantu menstabilkan harga” pungkasnya. (bud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry