RAZIA FAJAR : Sejumlah mahasiswa dan pelajar terjaring anggota Satpol PP Pemerintah Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co -Peringatan bagi pemilik rumah kost atau kontrakan, bila tidak ingin tempat usahanya akan disegel oleh Pemerintah Kota Kediri karena terbukti disalahgunakan. Pernyataan ini disampaikan Kabid Trantib Satpol PP, Nur Khamid usai memimpin razia mulai dini hari hingga fajar menyongsong.

“Kami amankan 7 orang mahasiswa dalam keadaan pesta miras dan sepasang pelajar diduga usai melakukan hubungan mesum,” jelasnya, saat dikonfirmasi rabu (15/11).

Maraknya tempat usaha yang tidak mengantongi ijin dan terbukti disalahgunakan bagi para penghuninya, menjadikan dasar Satpol PP gencar melakukan razia setiap saat. Operasi dimulai Rabu dini hari, menyusuri kawasan rumah kost di wilayah Kelurahan Banjarmlati, Kaliombo, Ngronggo, Singonegaran hingga berakhir di Jalan Tembus Lebak Tumpang Kelurahan Pojok.

Hasilnya, pada salah satu rumah kost di Lingkungan Grogol Kelurahan Singonegaran berhasil diamankan 3 orang laki – laki dan 4 orang perempuan, dimana ke – 7 orang ini mengaku mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal dari Kota Kediri. Adapun identitas mahasiswa tersebut, AA (18) warga Kecamatan Pagu, SA (19) warga Kecamatan Warujayeng Kabupaten Nganjuk, BP (19) warga Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk.

Kemudian mahasiswi yang terjaring, MN (18) warga Kecamatan Rumbia NTT, MF (18) warga Kecamatan Tanggung Gunung Kabupaten Tulungagung, IN (18) warga Kecamatan Campur Darat Kabupaten Tulungagung, AF (18) warga Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, diamankan bersama sejumlah barang bukti botol berisi minuman beralkohol.

Selanjutnya saat fajar menyongsong, anggota Satpol mengamankan pasangan anak muda berada di salah satu warung di Kawasan Lebak Tumpang. Mereka kepergok karena petugas curiga saat mendengar suara desahan dari balik tembok warung yang masih tutup. Keduanya bernama LE (16) siswi SMA Negeri di Kecamatan Semen Kabupaten Kediri dan AG (22) tetangganya, keduanya warga Desa Pagung Kecamatan Semen, terjaring saat tanpa pakaian.

Ironisnya, sang kekasih AG berusaha lolos usai diamankan dengan menaiki motornya. Namun berkat kesigapan petugas Satpol, berhasi diringkus kembali. “Jilbabnya ketinggalan di warung,” kata AG saat ditanya petugas kenapa berusaha melarikan diri.

Atas kejadian ini, tentunya merupakan ancaman bagi para orang tua untuk mengawasi dan memberikan pengertian atas dampak dari hubungan bebas ini.

“Kami lakukan pendataan dan hingga sore ini masih kami berikan pembinaan,” jelas Komandan Nur Khamid, saat dikonfirmasi Rabu sore di ruang kerjanya. (nng)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan