MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menyelenggarakan seminar. Mengangkat tema
How to be Smart Young Investor After Pandemic. Acara Webinar ini sebagai Opening 6th Anniversary Galeri Investasi fakultas favorit ini.

Dalam acara tersebut Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi membuka rangkaian kegiatan 6th Anniversary GI BEI ini. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada PT Bursa Efek Indonesia dan PT Indopremier karena telah meningkatkan literasi keuangan. GI ini berhasil meraih juara 3 nominasi SID lantaran dukungan dari berbagai lembaga serta dapat mengedukasi masyarakat luar dari segala kalangan.

“Investor milenial diharapkan mampu menjadi Smart Investor dengan trik dan strategi yang baik,” ungkap Diana.

Dalam kesempatan tersebut Dekan FEB Unisma yang dikenal inovatif ini juga memberangkatkan 40 Kelompok Studi Pasar Modal dan dua dosen pendamping. Mereka berangkat untuk melakukan studi banding manajemen Galeri Investasi ke beberapa kampus di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sementara itu, narasumber Webinar ini hadir Dewi Sriana Rihantyasni selaku Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa masa pandemi ini ibarat macan air yang penuh kekuatan, kegarangan, kegigihan, dan penuh tantangan. Hal positif yang diambil dari pandemi ini salah satunya peningkatan SID saham. Ia juga mengucapkan selamat atas raihan prestasi Galeri Investasi BEI FEB Unisma yang telah memenangkan BEI Award.

“Saya mengajak KSPM FEB Unisma untuk turut andil dalam memeriahkan program baru dari PT BEI Kanwil Jatim dalam upaya meningkatkan literasi dalam bidang pasar modal kepada masyarakat dan komunitas yang lebih luas,” himbaunya.

Dalam kesempatan yang sama, pemateri kedua, Rifqi Satria Dinandra yang merupakan Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas. Ia membahas tentang Sektoral Trend dan Insight IHSG 2022. Dilihat dari PDB dunia terdapat Indonesia dan negara berikutnya sebagai pembanding perekonomian yang telah pulih akibat pandemi. Dari PMI Global sisi suplayer atau pabrik yang dapat merekrut anggota kembali melalui produksi manufaktur, jasa. Namun pertanyaan, dimana posisi yang akan diinovasi, pasar saham sebenarnya adalah ekspektasi ketika saham mengalami penurunan.

Rifqi Satria melanjutkan, bahwa ekonomi 2022 lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan ekspektasi di tahun sebelumnya. Dengan adanya vaksinasi pemulihan mobilitas dan progres vaksinasi semakin membaik. Maka pada tahun ini ekspektasinya bahwa harga komoditas mulai stabil, terutama komoditas yang diprediksi masih dapat menguat, seperti timah, nikel, tembaga dan seiring dengan perkembangan industri produksi mobil listrik juga akan mengalami peningkatan.

Acara 6th Anniversary Galeri Investasi BEI FEB ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan di bidang pasar modal. Diantaranya seperti webinar series, lomba stocklab, pengabdian masyarakat, dan juga seminar nasional seperti diatas.

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry