Plt Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Hudiyono didampingi Kabid SMK, Suhartono melihat proses servis motor yang dilakukan siswa SMK di halaman belakang kantor Dindik Jatim, Selasa (8/10). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Sebelas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur tergabung dalam aplikasi Oltek (Online Teknisi) Teknisi Siaga.

Aplikasi yang bisa diunduh di playstore ini untuk mengakomodir siswa SMK yang memiliki kompetensi Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

Aplikasi ini diperkenalkan Selasa (8/10) di halaman belakang Dinas Pendidikan Jawa Timur. Peluncuran itu ditandai dengan praktik servis motor gratis yang dilakukan siswa dari 11 SMK yang tergabung.

Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono, Kepala Bidang SMK, Suhartono serta kepala sekolah 11 SMK yang tergabung hadir dalam peluncuran ini.

“Ini kado istimewa untuk HUT ke-74 Jatim. Kita harus memberikan sesuatu yang luar biasa,” ujar Hudiyono.

Kabid SMK, Suhartono mengatakan aplikasi ini untuk menjawab tantangan-tantangan yang selama ini meragukan kemampuan siswa SMK. “Ternyata SMK itu bisa. Semua keraguan itu dijawab dengan inovasi ini,” ujar Suhartono pada kesempatan yang sama.

Inisiator aplikasi ini adalah SMK PGRI 2 Ponorogo. Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Syamhudi Arifin mengakui adanya aplikasi ini awalnya karena lulusan TBSM, sulit bekerja sesuai kompetensinya.

Peluang kerja selama ini sangat kecil karena jumlah bengkel yang terbatas. Sementara kendala untuk membuat bengkel sangat besar. Para siswa dan lulusan banyak yang tidak mampu membuatnya.

Itulah mengapa, dari data Biro Pusat Statistik (BPS), lulusan SMK menjadi penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia.

“Inilah solusi atas semua masalah yang ada. Dengan cara online ini siswa maupun lulusan tidak perlu modal besar. Cukup Rp 5 juta bisa langsung terima order. Tidak perlu stok spare part, oli dan sebagainya,” jelas Syamhudi.

Aplikasi ini memang terbatas untuk menerima order dari pelanggan yang ada di lokasi di mana 11 SMK itu berada. Di antaranya di Ponorogo, Magetan, Madiun, Krian, Blitar, Gresik, Jombang, Jember dan Banyuwangi.

“Sama seperti aplikasi ojek online itu. Jadi sesuai wilayah. Kalau di Gresik yang melayani ya dari SMK Gresik,” tandas Syamhudi.

Pendaftaran servis gratis diserbu mitra Grab Bike. DUTA/endang

Karenanya, dengan aplikasi ini, siswa SMK ini tidak hanya mengutamakan masalah perbengkelan, tapi layanan menyeluruh. Yakni cara menerima konsumen, memperlakukan konsumen, merawat motor konsumen hingga menyerahkan motor kepada konsumen.

“Kalau sampai ada keluhan berkali-kali dari konsumen bisa di-suspend. Sama seperti sistem yang diberlakukan ojek online,” tutur Syamhudi.

Dalam servis gratis yang digelar dalam rangka HUT ke-74 Pemprov Jatim ini sengaja mengundang para mitra Grab. Ada 30 mitra Grab di Surabaya yang menyerviskan motornya. Grab pun mendukung langkah ini. Bahkan ke depan siap untuk menjalin kerjasama.

“Kita sedang kampanye Grab for Indonesia. Mendukung semua inovasi terutama dari Jawa Timur. Kita akan dukung terus. Bahkan ke depan bisa menjalin kerjasama,” jelas Dede Sadeli selaku City Manager Grab Jatim. end

Sebelas SMK yang Tergabung Oltek :

  1. SMK PGRi 2 Ponorogo
  2. SMK YKP Magetan
  3. SMK muhammadiyah 3 Dolopo
  4. SMK 2 Krian
  5. SMK Islam 1 Blitar
  6. SMK Teknologi Jember
  7. SMK PGRI 1 Gresik
  8. SMK PGRI Pesanggaran Banyuwangi
  9. SMK PGRI Ngawi
  10. SMK PGRI Nganjuk
  11. SMK Dwijabakti Jombang

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry