Budi Rahardjo S selaku Dirut Jasa Raharja mengimbau agar ojol memberikan jaminan asuransi bagi konsumen. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Perlindungan mitra dan konsumen menjadi perhatian banyak pihak terkait banyaknya ojek online (ojol). Karena itu, memberikan perlindungan terutama asuransi kecelakaan penting dilakukan operator ojol.

Perusahaan Karya Anak Bangsa, Gojek sudah memulai menjalin kerjasama dengan PT Jasa Raharja untuk memberikan perlindungan asuransi bagi mitra dan pengguna.

Langkah ini, mendapat pujian berbagai pihak. Dalam salah satu acara diskusi publik yang digelar CSIS tentang kontribusi Grab dalam perekonomian Indonesia, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi juga mengingatkan agar ojol itu bisa mencontoh langkah Gojek untuk memberikan rasa perlindungan yang maksimal.

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman juga menyebutkan Gojek telah meningkatkan pelayanan yang bagus dan memberikan akses pemulihan hak konsumen lebih mudah dan lebih cepat.

“Program tersebut bagus, seperti adanya kerja sama antara Gojek Indonesia dan Jasa raharja. Sehingga penumpang Gocar diasuransikan. Harapan BPKN semua konsumen jasa transportasi yang menggunakan aplikasi baik penumpang roda empat maupun roda dua diasuransikan,” katanya dalam rilisnya kepada duta.co, Rabu (24/7).

Ardiansyah juga menyampaikan program tersebut sebaiknya diikuti oleh aplikator transportasi online lainnya. Selain sebagai bentuk kepatuhan pada PM 118 juga untuk membuat konsumen merasa aman dan nyaman saat di jalan.

Selain memiliki program perlindungan, Gojek juga memiliki program pencegahan seperti berbagai pelatihan-pelatihan.

Salah satu mitra driver roda 4 Go-Car Gairal Wendra Sugara mengaku beruntung telah mengikuti program safety riding yang digagas Gojek bekerjasama dengan RDL tersebut.

Menurutnya, program ini sangat penting karena membuka mata mereka dari selama ini yang tak tahu mengenai bagaimana informasi mengenai cara mengemudi yang baik, benar, aman dan nyaman.

Wendra yang juga merupakan Ketua Komunitas PATRIOT (Paguyuban Transportasi Online Tanggap) mengatakan, safety riding ini penting. Tidak menutup kemungkinan banyak driver dadakan.

Kalau driver dadakan atau bukan professional driver itu akan cenderung bias mengemudi dan membahayakan orang lain dan diri sendiri sendiri.

“Memang ini sepele, tapi mengikuti pelatihan safety riding ini penting sebagai dasar untuk berkendara sehari-hari. Di sini kami belajar how to protect diri sendiri dan pelanggan,” ujarnya.

Dia berharap, program tersebut harus dijalankan merata di seluruh Indonesia. Semua driver, lanjutnya, harus mengikuti dasar pelatihan tersebut.

Bahkan, langkah Gojek mengajak kepolisian untuk menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara tersebut sangat di apresiasi para mitra driver.

“Di sini kami juga diberi SIM A umum secara gratis kalau sudah lolos dari proses-proses mendapatkan SIM sebenarnya. Bener-bener real, harus lulus semua proses. Sebelumnya, anggap 100 orang punya SIM, itu 80 diantaranya SIM nya hasil nembak. Dari ini saya baru merasakan prosesnya seperti apa, dikawal polisi pula,” tandas Wendra. end/ril