SURABAYA | duta.co – Bagimana memilih presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2019? Kalau sampai terjadi perbedaan antarkeluarga, dengan orangtua misalnya, bagaimana menyikapinya?

Pertanyaan ini disampaikan kepada Ustad Abdul Somad (UAS) dalam sebuah pengajiannya. Kamis (24/1/2019) jawaban (video) UAS yang lugas dan gamblang ini, viral di media sosial.

“Pilihlah orang yang bisa memimpin (roin dien) bisa menolong agama, waddaulah (dan bisa menolong negara). Mana yang harus didahulukan? Menurut kitab al Ahkam Sulthoniyyah, (karya) Imam al Mawardi yang meninggal tahun 450 H, yang didahulukan dien, menjaga agamanya. Bukan sekedar bisa sholat, bukan sekedar nampak sholat menjadi imam, tetapi bagaimana peduli kepada ulama, peduli kepada para habaib,” demikian Ustad Abdul Somad.

UAS juga menjelaskan masalah kriminalisasi dirinya. “Perkara saya dikriminalisi di Bali sampai sekarang pengacara terus jihad. Sampai sekarang (kata pengacara) perkara ustad belum naik perkara. Allah Maha Adil, meski tidak dibawa ke pengadilan, orang yang melakukan kriminalisasi, itu masuk. Tetapi dengan kasus lain. Bukan lewat kasus saya, kasus saya tak diangkat-angkat. Karena itu ketika saya berkali-kali ditanya, udahlah biarlah berlalu, capek saya. Maka pilihlah pemimpin-pemimpin yang peduli kepada ulama, yang anti PKI,” tegasnya.

Pak Ustad pilihannya tinggal dua ini, bagaimana? “Andai pilihannya tinggal dua, yang satu setan dan yang satu iblis, maka, wajib kau pilih setan. Biar iblis tak naik. Karena iblis lebih jahat dari setan. Kalau menunggu (seperti) malaikat lama lah. Jadi jangan sampai saya tak nyoblos, ustad. Jangan. Gunakan suaramu, yang kau coblos nanti, 17 april 2019,  Rabu pagi, adalah 6. Ubahlah kerumunan ini menjadi kekuatan. Takbir!,” tegas UAS. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.