SURABAYA | duta.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melakukan Kick Off Hari Santri 2025 di Auditorium Lantai 9 Unusa Tower, Minggu (19/10/2025). Hari Santri 2025 yang akan diperingati pada Rabu (22/10/2025) itu mengambil tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Prof Mohammad Nuh, Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf,  Ketua Tanfidziyah PWNU, KH Abdul Hakim Mahfudz, Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie, serta banyak undangan lainnya.

Prof Mohammad Nuh yang berbicara sebagai tuan rumah kick off ini mengatakan kunci dari peradaban mulia adalah human capital. Human capital itu ada di pondok pesantren dan dunia pendidikan. “Unusa akan menjadi salah satu pencetak human capital tersebut,” kata Prof Nuh.

Di hadapan para undangan, Prof Nuh menceritakan mengapa harus ada Unusa. Di 2010 lalu, Prof Nuh mendengar statement dari seseorang yang mengatakan bahwa NU sudah cukup fokus pada pesantren. Karena tidak akan ada yang mengalahkan NU untuk mengurusi pesantren.

“Waktu itu saya bilang, ini bahaya. Seraya kita ini dipojokkan, lalu elu-elukan namun tak bisa bergerak. Sementara pihak lain mengambil alih sudut-sudut lainnya. Ini yang bahaya,” kata Prof Nuh.

Karenanya NU harus merebut titik baru lagi, selain pesantren didorong untuk terus maju, juga ada titik baru yakni perguruan tinggi umum yang harus dikuasai. Namun kata Prof Nuh, jika titik sama titik hanya bisa menjadi garis dan itu tidaklah cukup. Titik berikutnya harus dikuasai yakni kesehatan. Tapi lagi-lagi, tiga titik hanya bisa menjadi bidang, belum menjadi ruangan.

“Titik keempat yang harus direbut adalah bidang ekonomi. Kalau empat titik itu sudah ada di tangan NU maka akan menjadi tempat yang nyaman untuk tinggal,” jelasnya.

Itulah yang dilakukan Unusa. Unusa ingin menjadi pabrik human capital sebagai kunci dari peradaban mulia. Unusa dari sekian banyak UNU yang ada di Indonesia menjadi satu-satunya yang memiliki program studi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menambahkan kick off ini memperkuat penanda rangkaian Hari Santri Nasional  yang sudah dimulai beberapa hari lalu. “Hari Santri tahun ini spesial karena sudah memasuki tahun ke sepuluh,” katanya.

Tagline Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia ini sengaja dipilih karena ada kaitannya dengan Resolusi Jihat 22 Oktober 1945. Resolusi Jihad itu Bangkitnya NU untuk mengawal kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan 17 Agustus 1945.

“Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta tapi ujian pertama di Surabaya. Yang  mengerjakan ujian pertama itu adalah para  santri-santri NU, sehingga Indonesia lulus meraih kemerdekaan, berhasil tegak sebagai bangsa sesungguhnya,” tuturnya.

“Apa yang diperjuangkan santri ini akan terus dilakukan. Santri akan terus berada di garis terdepan untuk mengawal hingga mencapai cita-cita Indonesia merdeka,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Tanfidziyah PWNU, KH Abdul Hakim Mahfudz menambahkan di Hari Santri 2025 ini, PWNU tidak mengadakan perayaan yang semarak. PWNU akan fokus pada peringatan pada 9 November 2025 untuk mengenang perjuangan para Nahdliyin yang berjuang merebut Kota Surabaya dari tangan Inggris.

“Berkat para santri, Alhamdulillah Indonesia bisa jadi juara melawan jawaranya Perang Dunia kedua. Ini membuka sejarah peran santri dan pondok pesantren yang sangat kuat,” tuturnya. (lis)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry