SURABAYA | duta.co – Provokasi di dunia maya sudah mengerikan. Tidak boleh dibiarkan demi persatuan dan kesatuan umat. Nahdlatul Ulama (NU) hadir dengan konsep tersendiri untuk ‘mendamaikan’ warganet di media social.

Maka, diluncurkanlah NU Channel. “Channel ini berisi program-program yang mendidik, tidak provokatif dan mengajarkan toleransi. NU Channel juga menayangkan sejumlah program menarik seperti dakwah, doa, kebudayaan, seni, diskusi dan talkshow,” demikian rilis Endah Dwi Ekowati, yang diterima duta.co, Sabtu (13/10/2018).

Diakui, masyarakat era digital saat ini telah menjadi penikmat dan korban dari internet dan sosial media. Menurut data yang terbit pada Januari 2018 lalu pengguna aktif sosial media di Indonesia mencapai 130 juta jiwa dari total populasi 265 juta jiwa.

Sekitar 120 juta dari pengguna aktif, menggunakan perangkat mobile seperti  smartphone atau tablet dan secara berurutan, posisi sosial media yang paling banyak diunduh adalah Whatsapp, Facebook dan Instagram. Melalui media-media tersebut, penyebaran informasi menjadi mudah dan sederhana.

Pelihara Iklim Toleran

Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menjelaskan, bahwa, “NU Channel hadir karena banyak sekali berita atau paham bermuatan provokatif yang mempengaruhi pola piker masyarakat awam. Berita-berita itu telah tersebar secara bebas, khususnya di sosial media,” jelasnya.

Hal ini, tegas Kiai Said, berpotensi membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa. Hoaks atau kabar bohong yang banyak beredar telah meresahkan masyarakat. Serangan hoaks menyasar pola pikir dan cara pandang sehingga masyarakat harus teliti dan waspada dalam menyaring informasi yang diterima.

Masih menurut Kiai Said, NU melihat adanya urgensi dalam meluruskan faham-faham radikal yang tengah beredar. Caranya dengan memelihara iklim toleransi serta melakukan gebrakan dalam merespon kemajuan jaman melalui peluncuran NU Channel pada Ninmedia.

Hal yang sama disampaikan Imam Pituduh, Wakil Sekjen PBNU. Menurutnya, Dalam rangka menyebarkan berita baik dan menetralisir konten-konten negative seperti hoaks yang tersebar, salah satu gebrakan yang telah dilakukan PBNU adalah meluncurkan NU Channel yang bisa dinikmati melalui Nin media.

“Berkat Nin media, masyarakat di daerah pelosok dan perbatasan Indonesia kini bisa menikmati NU Channel dan TV-TV Indonesia lainnya secara jernih,” jelas Imam Pituduh yang notabene Pimpinan NU Channel.

President Director Nin media, Rahadi Arsyad menjelaskan,“Pemerataan teknologi informasi merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia. Termasuk untuk daerah pelosok dan perbatasan yang tidak terjangkau channel TV. Bekerjasama dengan puluhan channel, Nin media bertujuan membangun ekosistem penyiaran free to air yang berkualitas dan dapat dijangkau seluruh masyarakat secara gratis hingga ke daerah pelosok”.

“Nin media merupakan sebuah terobosan baru dunia penyiaran Indonesia, sebagai satu-satunya layanan siaran TV satelit FTA (free to air) dengan frekuensi KU Band di Indonesia. Ada puluhan channel yang bisa dinikmati secara gratis, mulai dari tayangan hiburan, keagamaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Nin media menyiarkan tayangan yang berkualitas, baik dari segi mutu tontonan hingga teknis penyiaran yang jernih,” lanjut Rahadi Arsyad.

NIN MEDIA INDONESIA

Merupakan platform gratis pertama dan satu-satunya saat ini yang bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia terutama daerah pelosok dan perbatasan di luar pulau Jawa yang selama ini tidak terjangkau oleh channel TV.

Sejak kehadirannya tahun 2016 lalu, Ninmedia kini sudah dinikmati 10 juta rumah tangga di seluruh Indonesia. Melalui visi dan misinya, Ninmedia akan terus mendukung upaya pemerintah dalam hal pemerataan informasi yang merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia, dengan menyiarkan tayangan yang berkualitas baik dari segi mutu tontonan hingga teknis penyiaran yang jernih. (rls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.