NOBAR :  Ketua KPU Arief Budiman  bersama  200 an penonton film “Suara April” di XXI TP 3 Surabaya. (duta.co/imam)

SURABAYA | duta.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar nonton bareng film “Suara April”di bioskop di 32 kota besar di Indonesia. Dan untuk Kota Surabaya siang ini, Minggu (14/04) nonton bareng bersama  200 an orang  relawan demokrasi dan KPU se kabupaten/kota Jawa Timur digelar di XXI Tunjungan Plasa 3.

“Suara April”, film bergenre drama yang terinspirasi dari perjuangan Relawan Demokrasi (Relasi). Karya terbaru Sutradara Emil Heraldi dan Wicaksono Wisnu Legowo dari Nightbus Pictures dan Limelight Pictures ini mengangkat cerita tentang upaya seorang Relasi dan Pejuang Pendidikan yang menginginkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan hak suara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Arief Budiman mengatakan

Tujuan pemutaran film “Suara April” ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019.

“Substansi film ini kita ingin membangun kesadaran bersama pemilu damai, ajakan tidak golput dan menggunakan hak pilih, pendidikan pemilih toleransi dan melawan politik uang,” katanya sebelum pemutaran film.

Film “Suara April” diproduksi atas kerja sama KPU dan produser Darius Sinathrya itu terinspirasi dari perjuangan relawan dalam pendidikan pemilih di masyarakat . Film dengan durasi 90 menit itu disebutnya menyajikan konten dan visual yang dekat dengan masyarakat dan tidak hanya berkaitan dengan Pemilu 2019 saja.

“Film ini bisa juga untuk persiapan pemilu serentak pada 2024. Film ini tidak lekang zaman karena pesan utama relevan dengan pemilih,” jelasnya.

KPU ikut menyatakan dukungannya terhadap Film “Suara April” sebagai karya anak bangsa yang perlu diapresiasi. KPU akan sangat mendukung komunitas, lembaga pendidikan maupun lembaga lembaga yang lain untuk turut memutar film ini.

“Bagi siapapun yang berkeinginan untuk memutar film ini, boleh langsung menghubungi KPU setiap daerah atau KPU pusat,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Nobar digelar di 32 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Tanjung Pinang, Jambi, Lampung, Kupang, Padang, Bengkulu, Denpasar dan Makassar.  Juga Pekanbaru, Palembang, Pangkal Pinang, Kendari, Ambon, Jayapura, Bintaro, Serpong, Palangkaraya, Mamuju, Medan, Gorontalo, Manado, Mataram dan Pontianak.

Film yang dibintangi Amanda Manopo yang berperan sebagai Nurlaila, gadis desa yang memilih mejadi guru SMA swasta satu satunya di desa tersebut. Nurlaila merupakan anak dari tetua desa, Djohari yang juga berprofesi sebagai promotor dangdut dan diperankan oleh Torro Margen.

Suatu hari, Chandra yang diperankan oleh Bio One seorang relawan demokrasi yang dikirim dari KPU pusat, ditugaskan untuk melakukan penyuluhan tentang Pemilu di kampong Rampang. Namun untuk bisa melaksanakan tugasnya tersebut ia harus bisa mendapatkan ijin dari Djohari.

Djohari tidak menyetujui diadakannya penyuluhan di Desa Rampang, dikarenakan ia memiliki cerita masa lalu yang kurang baik dengan Rosalina yang diperankan oleh Dewi Gita, salah satu caleg yang sedang berkampanye untuk pemilihan umum. (imm)

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry