Tampak koordinasi tim Satkorcab Banser Kota Semarang bersama pihak kepolisian di Polrestabes Semarang. Sabtu (8/4). (FT/Rifqi)

SEMARANG | duta.co – Perang urat syaraf antara PC GP Ansor Kota Semarang dengan DPD I HTI Jawa Tengah masih berlanjut. Setelah melakukan sweeping spanduk dan poster Khilafah HTI, dilanjutkan dengan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Kabar dipindahkannya kegiatan Masirah Panji Rasulullah dari GOR Tri Lomba Juang ke Grasia Hotel langsung direspons dengan menempatkan beberapa personel Banser di seputar hotel dan beberapa titik yang diduga sebagai lokasi transit. Pengembangan gerakan dilakukan dengan konfirmasi bersama Tim Advokasi Satkorwil Banser Jateng dan Satkorcab Banser Kota Semarang pada pihak-pihak terkait.

Grasia hotel melalui Faiq, pemasaran, menjelaskan bahwa GM Grasia sedang melakukan koordinasi dengan perwakilan NU, MUI dan HTI di Polrestabes Semarang. Namun saat ditelusuri oleh tim Satkorcab Banser Kota Semarang kabar tersebut tidak benar.

“Setelah mendapat informasi bahwa GM Grasia sedang bernegosiasi bersama HTI, MUI dan perwakilan NU, saya bersama tim langsung pamit dengan pihak hotel dan langsung cek ke polrestabes,” kata Suharmanto, Kepala Satkorcab Banser Kota Semarang.

“Ini sudah tidak benar. Jelas sekali mereka mengajak kucing-kucingan. Saya dengan tim di Polrestabes tidak melihat satu pun perwakilan dari NU, MUI maupun GM Grasia,” imbuhnya.

Tindakan tersebut disikapinya dengan tenang. Dia bersama tim langsung berkoordinasi dengan polrestabes meminta petunjuk dan arahan.

Sementara, pihak polrestabes berharap agar Banser bisa menahan diri dahulu sebelum bertindak, karena aparat sudah menyatakan izin kegiatan konvoi maupun di dalam ruangan (hotel).

“Sesuai arahan Pimpinan Pusat, gagasan Khilafah kami tolak. NKRI harga mati, tidak sepakat silahkan angkat kaki dari NKRI,” tegas Suharmanto. (rif)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry