PENGARAHAN. Ning Ita didampingi Kepala Diskopukmperindag Amin Wachid saat memberikan pengarahan pada Monev Bagi Penyedia Jasa Mamin di Kota Mojokerto, Selasa (14/10/2026). (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co — Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil, ditambah pemangkasan dana transfer dari pusat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Mojokerto dijadikan fokus pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bagi Penyedia Jasa Makanan dan Monuman (Mamin) di Kota Mojokerto, Selasa (14/10/2025), di Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra, Jalan Kedungsari.

Ning Ita (sapaan akrab Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari) menuturkan, kondisi ekonomi Indonesia belum stabil. Apalagi pada tahun 2026 seluruh daerah akan terjadi pemangkasan dana transfer dari pusat, yang nominalnya cukup besar.

“Apalagi kota kecil seperti Mojokerto yang menggantungkan APBD-nya dari pusat. Sehingga pemangkasan tersebut akan sangat berdampak pada program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026,” tuturnya.

Tetapi, lanjutnya, dengan kondisi yang sedemikian rupa, setiap daerah di seluruh Indonesia dituntut untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

“Tentu ini bukan hal yang mudah, tetapi saya optimis karena saya punya 27.904 UMKM yang selama lima tahun terakhir ini menjadi fokus saya di dalam program-program pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Menurutnya, ada arahan dari KPK agar APBD yang terbatas menjadi trigger (pemicu) dalam pertumbuhan ekonomi.

“Langkah konkretnya, kita akan membagikan pekerjaan untuk penyediaan mamin melalui APBD ini kepada lebih banyak UMKM supaya tidak didominasi oleh beberapa UMKM besar saja,” tandasnya.

“Maksudnya yakni UMKM yang mendapatkan pekerjaan dari Pemkot bisa lebih merata. Ini yang bisa kita lakukan di tengah kondisi ekonomi yang sedemikian rupa dan APBD kita yang terpangkas sangat drastis,” imbuhnya.

Sebanyak 23 UMKM mamin sudah masuk e-katalog meski belum 100%. Dari 23 UMKM ini, sebanyak 7 UMKM sudah menjadi penyedia mamin Pemkot.

“Harapan saya, tahun 2026, 23 UMKM ini sudah tidak ada kendala lagi untuk menjadi penyedia mamin Pemkot karena pada tahun 2026 nanti akan dibagi sebagai penyedia mamin untuk masing-masing dinas,” harapnya.

Untuk itu, Ning Ita meminta agar pelaku UMKM mempersiapkan segala hal agar dapat menjadi mitra Pemkot.

“Nah ini penting, makanya saya akan berfokus di situ. Selama ini kan hanya didominasi segelintir UMKM saja yang menjadi mitra. Arahnya lebih banyak UMKM yang menjadi penyedia untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto,” harapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, Monev Bagi Penyedia Jasa Mamin di Kota Mojokerto diikuti oleh 36 orang pelaku UMKM Mamin.

“Jumlah UMKM di Kota Mojokerto sebanyak 27.904. Sebanyak hampir 16.000 merupakan UMKM mamin,” katanya. (ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry