
MOJOKERTO | duta.co –– Roadshow Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan Pemkot Mojokerto memasuki tahap akhir. Pada hari terakhir, Kamis (5/2/2026), ada tiga kelurahan yang menggelar Musrenbang, semuanya di Kecamatan Kranggan, yakni Kelurahan Jagalan, Kelurahan Sentanan, Kelurahan Purwotengah.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali meminta agar peserta Musrenbang mencermati Tema Musrenbang Tahun 2027, yakni Meningkatkan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya melalui Daya Saing Sektor Unggulan.
“Saya baru saja mengikuti Rakernas di Jakarta. Disampaikan di Rakernas, Pak Presiden baru pulang dari kunjungan ke beberapa negara. Perbincangan para pemimpin negara dunia, yang diomongkan adalah kekhawatiran akan segera pecah perang dunia ke tiga. Makanya di Kota Mojokerto temanya ketahanan ekonomi,” tuturnya.
Pendiri bangsa ini, Presiden Soekarno, founding father, mencetuskan Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), yang berarti mandiri, tidak bergantung pada bantuan atau pihak lain.
“Itulah yang diterjemahkan dalam visi-misi Pak Presiden Prabowo menjadi Asta Cita. Kekuatan dan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi adalah terjemahan Berdikari-nya Pak Prabowo,” tandasnya.

Untuk itu, katanya, ketahanan ekonomi Kota Mojokerto harus dikuatkan. “Kota Mojokerto yang hanya memiliki sedikit lahan pertanian tidak mungkin swasembada pangan, tapi bisa bersinergi dengan daerah lain,” ujarnya.
Kemudian apa yang bisa diperoleh ketahanan pangan Kota Mojokerto? “Kita punya UMKM yang kuat, IKM alas kaki kita juga kuat,” tegasnya.
Kemudian terkait ketahanan sosial budaya (Sosbud), agar dikembalikan kepada budaya gotong royong. Ia menjelaskan, Kota Mojokerto telah lebih dahulu membangun budaya kebersihan lingkungan melalui Program Budaya RT Berseri. Program ini dinilai sejalan dengan Indonesia ASRI yang akan diperkuat oleh pemerintah pusat sebagai gerakan nasional berbasis gotong royong.
“Saya sudah mendahului dengan Budaya RT Berseri. Ternyata Pak Presiden akan meluncurkan program ASRI Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang fokus pada kebersihan lingkungan dan gotong royong. Ini tentu akan semakin memperkuat gerakan yang sudah kita bangun,” katanya.
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menyebut persoalan sampah saat ini telah menjadi isu nasional yang harus ditangani secara serius dan terintegrasi.

“Pak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah ini sangat krusial. Bahkan, sudah darurat sampah,” tegas Ning Ita.
Terkait usulan dalam Musrenbang, Ning Ita menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus selaras dengan tema pembangunan daerah.
“Musrenbang ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi, agar program pembangunan yang disusun benar-benar selaras,” pungkasnya.(ywd)







































