Heru Tjahjono, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim (dua dari kanan) menyerahkan DKHUN kepada perwakilan sekolah disaksikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono (kanan) di kantor Dindik Jatim, Selasa (7/5). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) siswa SMA sederajad di Jawa Timur meningkat. Nilai minimal 55 yang tshun lalu sebesar 80 persen, kini menurun menjadi 15 persen. Ini menjadi capaian prestasi luar biasa.

Capaian ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Penyerahan Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) jenjang SMA sederajat tahun 2018/2019 di kantor Dindik Jatim, Selasa (7/5).

Dalam acara itu, Perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan cabang Dinas Pendidikan juga sepakat mengumumkan hasil Ujian Nasional di tingkat sekolah pada 9 Mei 2019 mendatang.

Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono mengungkapkan DKHUN diterima provinsi pada 3 Maret 2019 sehingga setelah pemeriksaan baru bisa dibagikan pada MKKS dan Cabdin pada hari ini.

“Untuk pengumuman NUN ke siswa kami sepakati pada 9 Mei 2019. Sekaligus pengumuman kelulusan siswa,” ujarnya.

Dikatakan Hudiyono setelah ini MKKS dan Cabdin akan membagikan DKHUN pada tiap sekolah di daerahnya. Dan sekolah harus melakukan koreksi nilai dan nama peserta ujian.

“Butuh koreksi dulu, melihat apa nilainya ada yang belum masuk ke database. Kalau sudah lengkap baru kami berikan ke siswa. Jadi ada jeda untuk menyampaikan koreksi ke kementrian,”lanjutnya.

NUN,lanjutnya, tidak dipakai pertimbangan dalam kelulusan. Tetapi keikutsertaan siswa dalam NUN wajib jadi pertimbangan kelulusan selain perilaku siswa.

“Masyarakat jangan khawatir,sudah ada SKHUN untuk mendaftar pendidikan lanjutan ataupun kerja sebelum mencari ijazah,”urainya.

Hudiyono juga mengapresiasi upaya sekolah yang mampu meningkatkan prestasi siswa sehingga peraih NUN di bawah 55 berkurang.

Berdasarkan DKHUN yang dibagikan, meskipun presentase nilai siswa dibawah 55 masih tinggi tetapi jumlahnya mulai berkurang.

Di tingkat SMK misalnya, tahun 2018 dari 220.958 peserta UN, 78,88 persennya meraih nilai dibawah 55. Sementara tahun ini dari 229.450 peserta UN, terdapat 75,42 peserta mendapat nilai dibawah 55.

Sementara untuk SMA, di tahun 2018 dari 172.105 peserta terdapat 85,3 persen siswa mendapat nilai dibawah 55. Sedangkan tahun ini dari 175.793 terdapat 52,29 persen siswa mendapat nilai di bawah 55.

“Nilai di bawah 55 sudah berkurang, ini lompatan yang luar biasa. Nanti ada pemetaan sekolah yang jadi best practice. Kalau tahun lalu yang menentukan tidak lulus mungkin masih jadi masalah, tetapi sekarang yang menentukan sepenuhnya sekolah,”paparnya.

Dari pemetaan DKHUN ini, ia diharapkan angka-angka yang diperoleh ini bisa dibedah dan fokus peningkatan kemampuan siswa dalam pelajaran yang nilainya rendah.

Jadi perencanaan siswa, murid dan fasilitasnya. “Seperti Bahasa Indonesia yang nilainya jatuh pada materi atau soal terkait karangan,”lanjutnya.

Heru Tjahjono, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim  mengungkapkan pelaksanaan UNBK di Jatim telah berjalan dengan baik. Meskipun masih ada sekolah yang menumpang sarana prasarana dalam pelaksanaannya.

“NUN memang tidak menentukan kelulusan tapi menentukan kualitas sekolah, menentukan kualitas guru juga seperti apa dalam mendidik hingga hasil NUN siswa seperti sekarang,”pungkasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry