Aslakhul Umam, Account & Office Manager BCI Asia Jatim
Aslakhul Umam, Account & Office Manager BCI Asia Jatim

SURABAYA – Meski prediksi ekonomi Indonesia tahun 2017 ini diprediksi membaik dibandingkan tahun 2016 lalu, kenyataannya estimasi proyek yang bakal dibangun tahun ini diprediksi menurun. Seperti yang dirilis, BCI Asia Indonesia Construction Market Outlook 2017, pada November bulan lalu. BCI mencatat angka pada tahun 2017 Rp 423,228 Triliun, bila dibandingkan tahun ke tahun 2016 pada angka Rp 423,239 Triliun secara NasionaL.

Aslakhul Umam, Account & Office Manager BCI Asia Jatim mengatakan angka ini terbagi menjadi dua  kategori besar project yaitu di sector komersial building dan sector proyek CIVIL. Di sektor komersial Building BCI Asia mencatat value Rp  250,106 Triliun dan Sektor Civil mencata Value Rp 173,122 Triliun.

“Sektor komersial dipastikan lebih besar dibandingkan sector civil. Untuk komersial, bentuknya bisa bermacam jenis konstruksi pembangunan proyek, mulai pusat perbelanjaan, perumahan, apartemen dan lain-lain,” jelasnya kemarin.

Aslakhul Umam  menambahkan adapun untuk wilayah East Java Construction, BCI Asia mencatat value Rp 42,805 triliun dibandingkan tahun sebelumnya ada sekitar  Rp 45,559 Triliun. Ada penurunan 6,05%. Di sector komersial Bulding East Java, ada kenaikan sekitar 11,12% tercatat IDR 24,600 Triliunsedangkantahunkemarintercatat Rp 22,138 Triliun.

“Sedangkan untuk proyek Civil East Java ada penurunan 22,27% di tahun 2017. BCI Asia mencatat value Rp 18,204 Triliun, dibandingkan tahun kemarin Rp 23,421 Triliun. Namun demikian, secara makro Indonesia punya peluang besar sebagai destinasi pasar asia, Investasidan Hospitality cukupmenjanjikan,” tegasnya.

Dari jumlah tersebut jelas Umam, total 59 proyek, mulai pengerjaan konstruksi   January – Maret 2016 dengan nilai Rp 998,018 miliar. Tersebar merata di seluruh wilayah Jatim seperti  Surabaya, Malang,  Kediri, Pasuruan, Batu, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Tulungagung. Juga di  Gresik , Madiun, Bondowoso, Magetan, Lamongan, Ngawi dan  Blitar.

Sementara developernya yakni  Araya Bumi Megah, Karya Agung Anfa Unnas, Graha Mega Galaxy,      Hadi Jaya Karya, Mubarok Kamil Group, Anugrah Agung Pratama, Cipta Griya Sentani, Cipta Karya Wiguna, Karyaduta Intisarana, Ciputra Residence, Graha Intan Kreatif dan Kencana Mukti Propertindo. (imm)

 

Tinggalkan Balasan