Mohammad Solihin (FT/rmol.co)

JAKARTA | duta.co – Patut diapresiasi sikap keluarga besar alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Permohonan maaf ini terkait penyebaran fitnah dan berita bohong (hoax) yang diduga dilakukan oleh seorang kader IMM Jawa Tengah.

“Kami dari Keluarga Besar Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memohon maaf dari lubuk hati yang terdalam pada Mentan Andi Amran  dengan tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Andi Mahfuri,” ujar Ketua Pengurus Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IKA IMM) Nadjamuddin Ramli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/6/2018).

Menurutnya tindakan yang diduga dilakukan Andi Maghfuri kader IMM Jateng sangat tidak terpuji dan dapat mencoreng nama besar IMM yang dikenal sebagai organisasi mahasiswa berakhlak mulia. “Tindakan ini sangat jauh dari tindakan akhlakul kharimah yang menjadi prinsip ajaran Islam,” ungkapnya seperti dikutip rmol.co.

Ia pun mengimbau kepada setiap kader IMM untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Entah disengaja atau tidak, perbuatan Andi telah menjadi masalah bagi internal IMM. “Kita harus kedepankan tabbayun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini, terutama dalam menggunakan medsos,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, fitnah itu terkait berita yang ditulis sebuah media onlis, di mana nama Mentan dikaitkan memiliki hubungan khusus dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Sementara Andi Maghfuri sendiri, tersangka pencemaran nama baik Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan melaporkan akun @KakekDetective karena diduga melakukan pencemaran nama baiknya.

Kuasa Hukum Andi, Muhammad Solihin, menyatakan laporan tersebut didasari tuduhan akun @KakekDetective terhadap kliennya yang memuat postingan negatif tentang Mentan. “Kami akan mencari pemilik akun @KakekDetective yang mem-promote Andi Maghfuri, ini ada kaitannya dengan website Muhammadiyah yang diretas,” terang Solihin saat konferensi pers di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Rabu, (13/6).

Solihin menambahkan dalam Piyungan Cyber nama Andi Maghfuri dicatut sebagai admin. Hal tersebut sudah menjadi indikasi ada pihak yang bermain dalam kasus ini. “Kita berharap polisi bisa mengungkap ini semua,” ujarnya.

Ia berharap kasus ini bisa selesai dengan baik. Setelah Lebaran, pihak IMM pun akan bertemu dengan Menteri Amran untuk menjelaskan ini semua. Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna medsos untuk lebih berhati-hati. “Kasus ini bisa jadi pelajaran buat kita agar lebih berhati-hati lagi,” pungkasnya. (nes.rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.