TEGANG : Aksi digelas Aliansi Masyarakat Peduli Desa di depan Kantor Pemkab Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co -Secara bergantian orasi perwakilan peserta ujian perangkat desa dari Kecamatan Pagu, Plemahan dan Purwoasri di depan Kantor Pemkab Kediri sempat menggangu arus lalu lintas.

Dengan membawa sejumlah poster dan spanduk, mereka sangat berharap diterima Bupati Kediri maupun Ketua DRPD Kabupaten Kediri. Setelah menggelar aksi di tiga kecamatan, pada Senin siang sekira pukul 11.30 wib, puluhan massa membuktikan janjinya menggelar aksi keduakalinya di kantor Pemkab Kediri.

“Saya ke sini untuk bertemu ibu bupati dan bapak ketua dewan. Kami minta penjelasan dari beliau, bila sekarang belum diterima maka minggu depan, kami kembali menggelar aksi,” jelas Sunaryo, ditemui usai pertemuan di Ruang Komisi A DPRD Kabupaten Kediri.

Hanya ditemui Kabag Hukum Pemkab Kediri, Sukadi, koordinator lapangan mengaku tidak puas. Mereka berdalih bahwa jawaban yang diberikan selalu itu saja dan hanya bersifaf menampung.

“Memang bila sesuai aturan Perda ataupun Perbup, proses pelaksanaan tidak ada masalah. Namun dugaan rekayasa nilai, kami minta ditunda pelantikan,” jelasnya, mengaku jika anaknya juga turut ujian namun tidak lolos.

Dalam surat ditujukan kepada Bupati Kediri dan Ketua DPRD, massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Desa ini, menyatakan jika ujian digelar di sejumlah desa ini cacat hukum.

“Ada skenario besar untuk meloloskan calon perangkat desa diduga telah disetting dengan meraih nilai tinggi dan ini patut diduga permainan politik uang,” terang Ryan Yudo Pramono, warga Desa Pandansari Kecamatan Purwoasri.

Meski menolak untuk memberikan keterangan, ditemui usai menemui perwakilan aksi, Agus Suhantoro, Kepala Bagian Umum dan Humas DPRD Kabupaten Kediri, menjelaskan jika semua anggota dewan saat ini berada di luar kota membahas tiga raperda.

“Saya tidak berhak memberikan keterangan. Namun, semua anggota dewan saat ini sedang Pansus atas tiga raperda. Yang jelas nanti hasil pertemuan ini kami sampaikan pimpinan dewan,” jelasnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.