Gus Fahmi (dua dari kiri) dan nahdliyin muda Jombang.

JOMBANG | duta co – Sejumlah perwakilan nahdliyin muda Jombang, Sabtu (17 April 2021) malam menggelar ‘Ngopi Bareng’ Gus Fahmi (KH Fahmi Amrullah Hadzik), salah satu pengasuh PP Tebuireng, Jombang yang notabene dzurriyah muassis Nahdlatul Ulama (NU) almaghfurlah KH M Hasyim Asy’ari. Mereka juga sepakat membuat forum JIK NU (Jombang Ibu Kota NU).

Uniknya, ‘Ngopi Bareng’ ini berlangsung di Warung Bakso Barat Balai Desa Cukir, Dewik Jombang. Acaranya lumayan malam, dimulai 20.00 wib usai salat tarawih, pukul 22.30 wib baru berakhir. “Temanya ‘ngalor ngidul’, tetapi fokus ke masalah kekinian menyangkut perkembangan NU, yang sebentar lagi Muktamar ke-34,” demikian disampaikan Maghfur Mujtahid, Mantan Ketua IPNU kepada duta.co, Ahad (18/4/21).

Menurutnya,  ide ‘ngopi bareng’ ini akan terus berlanjut. Dan, disepakati membentuk Forum Silaturrahmi yang diberi nama ‘Jombang Ibu Kota NU atau disingkat Farum JIK NU’. Alasanya Jombang sebagai pusat berdirinya NU, sudah selayaknya kalangan muda mengambil peran optimal, meski tidak dalam setruktutral jamiyah NU. Dasarnya atas  dorongan kecintaan kepada NU,  dan geliat semangat pemuda NU Jombang sudah selayaknya berhimpun dalam sebuah wadah yakni forum silaturrahmi.

Gus Fahmi sendiri, dalam wejangannya menyampaikan, bahwa, di NU itu banyak  yang aneh aneh. Tidak perlu kagetan. Maka, kalau nahdliyin muda NU Jombang membuat forum, namanya ‘Forum JIK NU’, menurut sah sah saja.

“Di NU itu banyak yang aneh-aneh. Sebagai pribadi, setuju setuju saja, jika forum silaturrahmi ini diberi nama Jombang Ibu Kota NU atau Farum JIK NU. Boleh boleh saja. Lha wong nama saja, yang pentingkan kan isinya,” demikian Gus Fahmi dengan gaya khasnya, santai.

Gus Fahmi juga menghimbau, agar anggota Farum JIK NU ini, istiqomah. Sebagai pemuda NU yang benar dan istiqomah, maka, mereka perlu piknik, silaturrahmi dengan para kiai NU dan para Gus.

“Ini peting! Jangan lupa silaturrahmi kepada kiai, jika memang forum JIK NU ini mau diteruskan. Kita lihat respon para masyayikh, jika forum ini tujuannya baik, saya kok yakin beliau beliau akan mengizinkan dan mendoakan,” jelas Gus Fahmi.

Pesan lainnya, jika ‘ngopi bareng’ ingin ikut berjuang menguatkan NU, membumikan ahlussunnah waljamaah an-nahdliyah, maka, forum ini harus membawa NU yang kaffah seperti cita citakan Mbah Hasyim.

“Ya kita ambil gampangnya, misal, anggota Forum JIK NU adalah bagian dari pembawa NU yang shirothol mustaqim, NU yang lurus, seperti pesan yang harus selalu kita ingat: Berilah manfaat pada NU, jangan mencari manfaat pada NU,” pesan Gus Fahmi.

Maghfur Mujtahid, menyambut baik apa yang disampaikan Gus Fahmi. Dalam waktu dekat dirinya bersama anggota Forum JIK NU  akan sowan kepada para kiai di Jombang untuk mematangkan program F JIK NU.

“Sebagaimana pesan Gus Fahmi, F JIK NU ini dirikan atas dorongan kecintaan kita kepada NU, meski sebagian dari kita sudah purna dari struktural NU, tidak ada salahnya kita tetap berjuang untuk NU,” kata Maghfur.

Maka, lanjutnya: “Kita akan sowan kepada sesepuh NU untuk menyerap aspirasi, apa yang perlu dikerjakan F JIK NU. Forum ini perlu penguatan pada beberapa bidang. Terima kasih Gus Fahmi yang berkenan memberi arahan kepada nahdliyin muda NU Jombang,” tambahnya.

Sementara itu, KH Imron Rosyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mimbar, Sambong, Jombang mengatakan, dirinya sangat  mendukung adanya F JIK NU. “Saya mendukung seratus persen lahirnya F JIK NU dengan harapan dapat memberi kesejukan dalam NU, dan bisa membantu menyelamatkan NU. Ingat, jangan sampai NU hanya dibuat alat kepentingan mencari jabatan, kasihan mbah Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU,” katanya.

Yang perlu dicatat dari arahan Gus Fahmi, tambahnya, adalah F JIK NU harus jadi shirothol mustaqim. “Forum JIK NU harus NU berjalan lurus, ini perlu kita telaah agar perjalanannya bisa menambah hasanah ke-NU-an yang sesungguhnya. Tidak malah menjadi bahan tertawaan,” kata Manghfur yang didampingi M Siswanto, Faisol Hilmy, A Maghfur M, M Basuni, Mas Hudah, Karyono A Choir, Asnawi dan Muhtazuddin. (muh)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry