SURABAYA – Berlagak jadi orang sakti dan mengaku sebagai paranormal yang bisa menyembuhkan segala penyakit, Jonson (36) dan Sri Firdaus (45) menghipnotis korban. Tak pelak, korban pun menyerahkan semua harta miliknya.

Sebelum ditangkap polisi, Senin (6/8), Jonson, warga Raden Patah,Tanggerang yang juga tinggal di Palembang dan Sri Firdaus, warga KP Candu, Legok, Tanggerangitu melakukan penipuan dengan menghipnotis korbannya di Mall Marvel City Surabaya.

Penangkapan keduanya dilakukan Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo pimpinan Iptu Ristitanto di sebuah hotel jalan Teuku Umar Bali, beberapa hari setelah menarik uang ATM milik korban sejumlah Rp 38 juta.

Dalam menjalankan aksinya, keduanya ini memiliki peran berbeda. Jonson mengaku sebagai orang asli Brunai yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sedangkan Firdaus memiliki peran meyakinkan korban-korbannya agar percaya dengan tipu daya Jonson.

Salah satu korbannya, Zubaidah (49) warga Jl Sidotopo Wetan Baru IV Surabaya. Zubaidah yang saat itu berada disebuah restoran di Marvell City didatangi Jonson dan mengaku telah mendapat wasiat untuk menghibahkan batu mustika giok merah (palsu) di salah satu museum di Surabaya.

Sehingga Jonson meminta korban untuk menunjukkan kantor museum yang di maksudkan pelaku. Namun karena korban tidak mengetahui kantor museum yang dimaksud, tiba-tiba datanglah Firdaus (palaku lainnya) yang mengaku sebagai warga Sidoarjo dan tahu museum yang dimaksudkan Jonson.

Tahap selanjutnya, pelaku berpura-pura meminta tolong untuk membuktikan batu mustika giok merah tersebut dengan di temani korban. Setelah pelaku mencoba batu mustika giok merah dengan cara di masukkan ke dalam air, Firdaus meyakinkan korban bahwa air yang dicelupkan batu mustika giok merah dapat menyembuhkan segala penyakit.

Ketika itu Firdaus langsung mencoba mengusap air yang sudah dimasukkan batu giok palsu tersebut ke hidungnya yang tengah sakit flu. Setelah diusapkan, Firdaus mengaku sudah sembuh dari penyakitnya.

Korban yang ternyata penasaran kemudian mencoba air yang sebelumnya sudah dimasukkan batu giok tersebut. Firdaus yang sejak awal sudah menyiapkan telur yang didalamnya sudah di isi jarum kemudian mengusap usap keseluruh tubuh korban. Setelah telur dibuka korban pun kaget lantaran didalam telur sudah berisi jarum.

Korban yang panik kemudian meminta disembuhkan oleh Jonson. Namun dengan syarat mahar Rp 200 ribu. Tak sampai disitu, Jonson juga bertanya pin ATM korban beserta ATM-ATM yang di bawa korban. Selanjutnya seluruh ATM tersebut dilipat dengan menggunakan tisu. Nah dengan kecepatan tangan, pelaku dengan cepat mengganti ATM yang ada dalam tisu tersebut kemudian diganti dengan kartu perdana.

Selanjutnya, kedua pelaku pun kabur meninggalkan korban. Tak lama setelah kabur, kedua pelaku menguras isi di ATM tersebut. Korban yang sadar telah menjadi korban penipuan langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Wonokromo.

Kapolsek Wonokromo Kompol Agus Bahari mengatakan, berdasar laporan tersebut Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya pihaknya mendapat petunjuk setelah berhasil melacak Hp pelaku. “Syukurlah, Senin (7/8) Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo berhasil meringkus keduanya di Bali,” ujarnya, Kamis (10/8).

Dari hasil penyidikan, ternyata kedua pelaku ini adalah sindikat pelaku penipuan lintas wilayah dengan modus yang sama, diantaranya di Surabaya Mall Lotte Mart, Marvel, Cito, Ciputra World, PTC dan JMP. Kemudian Mall-Mall lain di Purwokerto, Cirebon, Medan dan Bengkulu. “Total kerugian yang didapat dari korban-korbannya jumlahnya mencapai Rp 38 juta,” imbuh Kompol Agus.

Sementara itu dihadapan polisi, Jonson mengaku uang hasil menipunya tersebut kerap digunakan untuk bersenang-senang dengan wanita dan untuk main judi. “Ya uangnya saya buat senang-senang dan main perempuan di Bali mas,” aku pria kelahiran Palembang ini. tom/gal

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan