CO-WORKING : Eggy Adityawan, pengusaha muda pemilik Fresh Co-working Space berada di Jl. Soekarno Hatta no. 9 Kabupaten Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Salah satu bentuk Program Desiminasi atau penyebarluasan informasi yang bermanfaat khususnya bagi pelaku UMKM di Kabupaten Kediri, tidak lepas dari keberadaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Berbagi bentuk promosi dan juga pelatihan, secara rutin dilakukan termasuk minuman cendol telah mampu membuka 700 lebih gerai se – Indonesia.

Hal ini disampaikan pengusaha muda, Eggy Adityawan pemilik Frescho Cafe dan Fresh Co-working Space, yang juga menjabat Ketua Bidang Ekonomi Kreatif HIPMI Kabupaten Kediri, dihadapan para awak media saat digelar acara Berbagi dan Berbuka Bersama digelar Dinas Komunikasi Informasi (Kominfo) Pemerintah Kabupaten Kediri, Jumat (8/6)

Acara ngabuburit pun semakin menarik, saat Mas Eggy sapaan akrabnya berbagi informasi terkait keberadaan co-working ternyata berimbas positif atas muncul dan bangkitnya para pelaku UKM di Kabupaten Kediri.

“Setidaknya sejeak diresmikan 15 Januari 2018, keberadaan fasilitas Meeting Room, Co-Working dan Run Office, telah menghasilkan sejumlah produk bisa tersebar di sejumlah daerah di Indonesia,” terangnya.

Setelah cendol, Mas Eggy mengaku akan berusaha mempromosikan cilok agar mendunia dan bisa dikenal masyarakat luas. Bukan hanya di dalam negeri, namun bisa ekspor hingga ke sejumlah negara seperti Australia, Malaysia hingga Jepang.

“Kita sedang membuat kemasan yang menarik dan tentunya tetap memperhatikan higienis. Kita datangkan sejumlah tenaga pakar kesehatan, untuk memastikan makanan khas warga Kediri ini, bisa dinikmati semua orang,” tuturnya.

Meski di tengah kesibukannya yang luar biasa, ternyata Mas Eggy juga tetap memiliki jiwa sosial. Melalui GP Ansor Kabupaten Kediri, dirinya akan menyediakan fasilitas untuk dilakukan pelatihan terkait alat pengeras suara untuk tempat ibadah.

“Rencananya kami akan bekerjasama dengan GP Ansor Bidang Ekonomi Kreatif untuk mengadakan pelatihan alat pengeras suara. Bagaimana sound system pada tempat ibadah, baik mushola atau masjid, dengan dana yang minimalis namun  menghasilkan kualitas suara yang bagus. Tidak perlu keras namun kualitasnya bisa terdengar para jamaah dan warga di sekitar tempat ibadah,” jelas Eggy Adityawan dihadapan para awak media. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.