SURABAYA | duta.co – Netralitas Polri (Polisi Republik Indonesia) masih saja dipertanyakan. Meski Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mengeluarkan surat telegram kepada jajarannya untuk bersikap netral dan tidak berpihak dalam ajang Pemilu 2019, toh ternyata masih ada yang belum yakin.

“Selasa pekan depan ada jadwal petinggi Polri ke Pasuruan. Kita lihat subtansinya apa? Ada pesan politis atau semata-mata untuk keamanan. Sudah 74 tahun republik ini merdeka, rakyat sudah pintar dan sulit dibujuki,” demikian isi pesan yang beredar di media sosial, Kamis (28/3/2019).

Terlepas masih adanya ‘main mata’, surat telegram tertanggal 18 Maret 2019 Kapolri yang berisi 14 poin itu, memang patut diapresiasi. Intinya Kapolri melarang polisi membantu mendeklarasikan capres, cawapres, dan caleg. Juga dilarang menerima, memberikan, meminta, mendistribusikan janji, hadiah, sumbangan, atau bantuan dalam bentuk apapun dari pihak parpol, caleg, capres, cawapres maupun tim sukses.

Juga dilarang menggunakan, memesan, memasang, dan menyuruh orang lain untuk memasang atribut pemilu (gambar, lambang capres dan cawapres, serta caleg maupun parpol). Dilarang menghadiri menjadi pembicara/narasumber pada giat deklarasi, rapat, kampanye, pertemuan Parpol kecuali dalam rangka melaksanakan tugas pengamanan yang sesuai surat perintah tugas.

Polisi juga dilarang mempromosikan, menanggapi, dan menyebarluaskan gambar/foto capres, cawapres, atau caleg baik melalui media massa, media online, maupun medsos. Tak hanya itu, polisi juga dilarang foto bersama capres, cawapres, caleg, massa maupun simpatisannya.

Keterangan foto beritasatu.com

Dilarang foto/selfie di medsos dengan gaya mengacungkan jari membentuk dukungan kepada capres, cawapres, caleg, parpol yang berpotensi digunakan oleh pihak tertentu untuk menuding keberpihakan/ketidaknetralan Polri. Dilarang pula memberikan dukungan politik dan keberpihakan dalam bentuk apapun kepada capres, cawapres, caleg, dan parpol. Dilarang menjadi pengurus atau anggota tim sukses capres, cawapres, dan caleg.

Edaran Kapolri ini penting, seperti diketahui belakangan ini polisi memang disibukan dan dikepung dengan isu jika mereka tidak netral. Mulai dari dukungan menjadi buzzerJokowi dengan aplikasi Sambhar, kesusupan aksi politik dalam beberapa acara Millenial Road Safety Festifal (MRSF), hingga video “Jokowi Yes”.

Masih di dunia medsos, Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta juga mengajak Polisi, TNI dan ASN untuk netral. Bahkan Kades dan perangkat desa juga diminta menjaga kondusitas Jogja.

“Saya Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta mengajak kepada masyarakat Jogjakarta untuk: Satu, menolak politik uang, politisasi SARA, ujaran kebencian, hoax. Kedua, mewujudkan netralitas ASN, TNI  maupun POLRI, Kades dan perangkat desa. Dan Ketiga, mari kita bersama-sama menciptakan suasana aman dan kondusif pada Pemilu 2019,” tegasnya.

Pidato Keras Prabowo

Hari ini, viral kembali pidato keras Prabowo Subianto yang disampaikan pada saat pidato kebangsaan. Prabowo minta kepada adik-adiknya yang ada di TNI maupun Polri, untuk menjaga netralitas dalam politik.

“Saya pesan khusus kepada adik-adik saya, para perwira yang masih aktif, para pejabat di TNI, Polri dan intelijen yang saat ini bertugas di seluruh penjuru nusantara. Saya bicara di sini memberi himbauan dan saran. Sebagai kakakmu, sebagai seniormu, marilah kita ingat sumpah kita adalah untuk membela seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Masih kata Prabowo, “Kita harus berkeja untuk seluruh rakyat. Rakyat mendambakan Polisi sebagai Bhayangkari seluruh rakyat Indonesia. Rakyat kita mendambakan polisi yang hebat, polisi yang unggul. Polisi yang begitu tampil, semua segan, semua hormat. Bukan semua takut,” tambahnya.

“Kita ingat, adik-adikku. Kau dibesarkan oleh rakyat, kau diberi makan oleh rakuyat, kita diberi pakaian oleh rakyat. Kita diberi pendidikan oleh rakyat, kita diberi karier oleh rakyat, bintang-bintang yang ada di pundak kita, bintang-bintang yang ada di pundakmu, itu dari rakyat. Bukan dari orang perorangan.”

“Oleh karena itu, rakyat mendambakan kalian melindungi mereka. Kalian milik kita juga, setialah kepada bangsa dan negara, jangan kepada individu-individu,” tegas Prabowo serius. (net,mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.