MADIUN | duta.co – Warga Masyarakat Kota Madiun yang ingin mudik ke kampung halaman pada lebaran tahun ini, nampaknya harus berpikir ulang. Pasalnya, Pemerintah Kota Madiun bakal bersikap tegas dengan mengisolasi warganya yang kedapatan nekat mudik.

Tak main-main, Pemkot Madiun pun menyiapkan Rumah Tahanan Militer (RTM) untuk isolasi bagi pemudik. Bangunan tua peninggalan jaman belanda yang berada di Jalan Ahmad Yani tersebut memang terkesan angker.

”Pemerintah pusat sudah mengeluarkan larangan agar tidak mudik. Ini sebagai tindak lanjut instruksi pusat itu. Yang nekat mudik kita lakukan isolasi di sini,” kata Wali Kota Madiun, Maidi, Minggu (4/4/2021).

Menurut dia, isolasi dilakukan sekitar satu minggu. Disebutkan, Rumah Tahanan Militer (RTM) jaman Belanja memiliki 30 kamar dengan kapasitas 90 orang yang dapat digunakan. beberapa kamar ruang tahanan sudah cukup rusak berat.

“Saya sudah mengintruksikan petugas untuk membersihkan lokasi termasuk penambahan lampu,” tegasnya.

Meski demikian, Maidi menjelaskan, untuk menempati ruangan isolasi ini  tentunya  tidak sembarang pemudik. Ia mengaku ruang hanya digunakan untuk pemudik yang belum divaksin dua kali, belum rapid antigen, dan terindikasi reaktif saat dilakukan pemeriksaan sesampai di Kota Madiun.

“Kalau kemudian masih ada yang nekat dan ternyata diketahui belum pernah vaksin, tidak bawa rapid. Kita periksa di sini dan hasilnya reaktif, ya mohon maaf terpaksa kita isolasi di sini,” ungkapnya.

Dikatakannya, ruangan isolasi tersebut, nantinya akan dijaga 24 jam. Tenaga medis juga telah disiapkan. ”Konsumsi kita cukupi. Biar pun begitu, kami berharap tidak ada yang menempati kelak. Artinya tidak ada yang nekat mudik,” harapnya. (bow)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry