
Direktur National Hospital Surabaya, dr Hendra Hendri mengatakan selama ini banyak orang yang mengabaikan tidur. Padahal tidur itu penting untuk menentukan kualitas hidup seseorang.
“Gangguan tidur itu bisa kemana-mana dampaknya, ke jantung, penyakit metabolik, hipertensi dan sebagainya. Makanya dengan semakin banyaknya pasien, maka kami buka center ini untuk membantu mengatasi masalah ini,” jelasnya saat launching layanan baru ini, Rabu (15/4/2026).
Di center ini, tidak hanya menyediakan alat canggih untuk mendeteksi kelainan ini. Namun juga menyiapkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Seperti spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, Paru, Jantung dan Neurologi.
Dr Neimy Novitasari, SpN menambahkan ketika seseorang memeriksakan diri, maka akan dilakukan skrining terlebih dahulu. Ini untuk mengetahui apa penyebab gangguan tidurnya.
“Jika karena ada sumbatan di tenggorokan, maka dirujuk ke spesialis THT. Jika karena paru-parunya maka ke spesialis paru, jika jantung mama kenspesialis jantung. Sehingga terapinya itu benar-benar tepat,” ungkapnya.
Pemeriksaan ini dilakukan di malam hari. Karena pasien akan dicek dalam keadaan tidur, tidur alami yang tanpa menggunakan obat apapun. “Biasanya kita cek di empat jam pertama, atau di tiga jam pertama tidurnya. Jadi cukup lama pemeriksaannya,” jelasnya.
Center ini baru satu-satunya yang ada di Surabaya. National Hospital berharap layanan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat luas.
Bisa Menyebabkan Masalah di Jantung
Gangguan tidur akan menyebabkan berbagai macam penyakit lain pada tubuh.
Salah satunya adalah menyebabkan masalah pada jantung dan paru seseorang yang mengalami gangguan tidur.
Dokter Ahli Jantung National Hospital Surabaya, dr Jordan Bakhriansyah mengatakan penyakit jantung bukan hanya karena rokok atau kebiasaan lainnya. “Namun gangguan tidur itu juga bisa menyebabkan gangguan jantung,” katanya.
Dikatakan dr Jordan, tidak hanya gangguan tidur yang menyebabkan penyakit jantung, namun pasien dengan penyakit jantung pasti diiktii dengan gangguan tidur. “40 hingga 80 persen pasien jantung mengalami gangguan tidur,” tandasnya.
Dijelaskan dr Jordan, awalnya gangguan tidur itu biasanya menyebabkan hipertensi. Orang yang mengalami gangguan tidur biasanya tensinya selalu tinggi ketika bangun. Hipertensi itu jika tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan gangguan jantung. “Jadi hipertensi dengan gangguan tidur itu ada kaitannya,” ungkapnya. ril/lis






































