Nasib Pedagang Pelem Podang Terancam Kemarau Panjang & Hama Manyang

120
PODANG : Pedagang pelem podang di Pasar Buah Banyakan (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Menyebut Desa Banyakan, identitik dengan pelem podang dikenal manis rasa serta warna-warni yang ranum. Musim kemarau berkepanjangan disertai angin cukup kencang, kini menjadi persoalan baru. Belum lagi, maraknya hama yang menyerang buah ini.

“Namanya Hama Manyang, seperti ulat namun ukurannya kecil. Tidak terlihat, kemudian masuk ke dalam dan menjadikan buahnya busuk,” ungkap Eni Masruroh, pedagang buah ditemui di Pasar Banyakan, Selasa (13/08) siang. Sesuai jadwal, seharusnya puncak panen raya akan terjadi Desember.

Namun Eni maupun pedagang lainnya mengaku tidak yakin akan terjadi panen raya bila melihat cuaca dianggap pedagang cukup ekstrim. “Bunga-bunga pelem banyak yang jatuh, terus ini beberapa pohon yang berbuah. Ukurannya pelemnya cukup kecil tidak seperti biasanya,” ujarnya.

Uluran Tangan Pemerintah Daerah Budidaya Pelem Podang

PODANG : Pedagang pelem podang di Pasar Buah Banyakan (Ahmad Mafruchi/duta.co)

Bentuk uluran tangan dari pemerintah daerah sangat diharapkan, seperti janji disampaikan Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, untuk menyediakan lahan dengan menerapkan teknologi pertanian yang modern dan tepat guna.

“Saat Bu Gubernur meresmikan Taman Cemara, meminta seluruh kepala daerah dan pemerintah daerah untuk mewujudkan swasembada pangan termasuk menerapkan teknologi yang tepat guna. Selama ini kami belum pernah mendengar atau melihat ada bibit unggul dan penerapkan teknologi untuk budidaya pelem podang,” ujar Irwan, warga Desa Grogol. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry