MALANG I duta.co- Program Nasi Berkah Ramadan yang diinisiasi Malang Autism Center (MAC) kembali digelar pada Ramadan 2026. Selain berbagi makanan berbuka puasa kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi anak-anak autisme yang menjalani terapi di pusat tersebut.

Selama 15 hari pertama pelaksanaan, sejak 19 Februari hingga 5 Maret 2026, tim MAC telah menyalurkan sebanyak 15.700 paket nasi berkah. Paket makanan tersebut didistribusikan ke sekitar 30 masjid setiap hari di berbagai wilayah Kota Malang untuk membantu penyediaan takjil bagi jamaah.

Program sosial ini menunjukkan perkembangan signifikan sejak pertama kali dilaksanakan pada 2023. Pada tahun pertama, sekitar 1.100 kotak nasi berhasil dibagikan. Jumlah itu meningkat menjadi 2.200 kotak pada tahun berikutnya, lalu melonjak hingga 11.000 kotak pada Ramadan 2025.

Founder MAC, Mohammad Cahyadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aksi berbagi, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan hidup bagi para siswa.

“Program Nasi Berkah bukan sekadar berbagi makanan. Anak-anak belajar memasak, mengemas, hingga mendistribusikan makanan. Proses ini melatih kerja sama, tanggung jawab, serta kemandirian mereka,” ujar Cahyadi, Sabtu (7/3/2026).

Dalam prosesnya, anak-anak autisme dilibatkan langsung dengan pendampingan para terapis. Mereka mempraktikkan berbagai tahapan kerja, mulai dari menyiapkan bahan, memasak, mengemas nasi berkah, hingga mengantarkan makanan ke lokasi distribusi.

Pada Ramadan tahun ini, MAC juga memperkenalkan inovasi baru berupa MAC Water, yaitu produk air minum dalam kemasan. Proses pengisian air tersebut juga menjadi bagian dari pelatihan keterampilan bagi para siswa.

Setiap hari sekitar 10 siswa terlibat dalam kegiatan produksi dengan pembagian tugas yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan agar mereka terbiasa bekerja secara terstruktur.

Menurut Cahyadi, program tersebut menjadi langkah untuk membangun learning center yang memberikan ruang bagi anak-anak autisme mempelajari keterampilan kerja.

“Anak-anak memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan kesempatan dan pendampingan yang tepat, mereka mampu berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

MAC juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan relawan yang terus mendukung keberlangsungan program tersebut. Berkat dukungan berbagai pihak, kegiatan berbagi sekaligus pelatihan bagi anak autisme dapat terus berjalan setiap tahun.

Melalui program Nasi Berkah Ramadan, MAC berharap masyarakat semakin menyadari bahwa anak autisme memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan menjadi bagian aktif di lingkungan sekitarnya. Program ini membawa pesan sederhana: satu nasi, seribu doa yang menebar keberkahan. (zi)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry