SURABAYA | duta.co – Siapa sangka, dalam Haul-52 Bani Aryo Redjo yang berlangsung di kompleks Museum Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya, Selasa (16/6/26), seorang mahasiswi S2 UIN bertemu dengan dosen pembimbingnya. “Lho (ini anak)  kok di sini,” demikian disampaikan Prof Dr KH M Sulthon, MA, Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Islam dan HAM UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Ampel Surabaya.

“Ternyata dia Bani Aryo,” tambah Prof Sulthon yang bercerita tentang pentingnya silaturrahim bagi anak cucu Mbah Aryo Redjo.

Menurut KH M Sulthon, kurangnya silaturrahim antarkeluarga, membuat kita tidak tahu, bahwa, ini adalah keluarga kita. “Memang, nasab bukan untuk dibangga-banggakan. Jangan ada yang menepuk dada, saya adalah keturunan ini dan itu. Sebaliknya, apa yang sudah kita perbuat untuk mbah-mbah kita dan, sejauh mana kita bisa membangun kebersamaan sebagai dzuriyah,” jelas KH M Sulthon yang merupakan keluarga Bani Dewi, putri Mbah Aryo Redjo.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh dzuriyah Bani Aryo Redjo untuk tidak kecil hati. Karena rekam jejak mbah-mbah kita, mengalir darah pejuang. “Kalau tidak salah, Gedung Museum NU ini dibangun oleh (almarhum) Cak Anam (H Choirul Anam), dzuriyah Bani Aryo dari Mbah Manshur. Cak Anam yang saya tahu, adalah Ketua PKB Jatim pertama. Dua periode beliau memimpin PKB yang sangat legendaris (seseorang yang sangat terkenal dan bagian sejarah). Jadi, dzuriyah Bani Aryo Redjo harus bisa meneruskan perjuangan mbah-mbah kita,” tegas kiai yang menetap di Probolingo ini.

Istimewa! Haul 52 terasa istimewa karena (ternyata) banyak keluarga Bani Aryo Redjo yang baru paham, bahwa, Gesung Museum NU ini adalah amanah dari almaghfurlah Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) kepada Cak Anam (dzuriyah Bani Aryo Redjo). “Di dalam Gedung Museum NU ada berbagai macam artefak (benda arkeologi), dokumen ke-NU-an serta keris peninggallan para Kiai NU. Kalau ada yang ingin masuk Museum NU, monggo. Kalau tidak hari ini, bisa lain hari,” tegas Mokhammad Kaiyis, Ketua Panitia HAUL yang juga Pembina Museum NU.

Selain Prof Dr KH M Sulthon, MA, hadir KH Wahid Harun (Pengasuh PP Manbaul Hikam, Tunggulangin, Sidoarjo), KH Syamsul Huda, KH Abdul Karim, KH Baidlowi Minhaj, KH Achmad Musta’in Yasien. Dzuriyah Bani Aryo Redjo itu memiliki potensi besar dalam sektor pendidikan. Selain banyak yang mengasuh pesantren, tidak sedikit yang berporfesi sebagai pendidik.

“Ada Prof Dr Edy Jauhari (Unair), Prof Yon Machmudi (UI) juga Prof Suthon (UIN SA). Nanti kita galang sehingga haul ini memiliki atensi lebih besar di sektor pendidikan. Misalnya sampai pada beasiswa, dll,” tegas KH Baidlowi Minhaj. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry