Beredar surat keputusan Ketum dan Rais Aam (kiri). Surat Keputusan ini tidak disertai nomor sebagaimana lazimnya. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Keras! Prediksi ‘tarik ulur’ soal siapa Ketua Umum dan Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) akhir Desember 2021 bakal alot, ada benarnya. Hari ini, Selasa (12/10/21) beredar di media sosial nahdliyin, SURAT KEPUTUSAN PWNU JAWA TIMUR TENTANG USULAN KEPEMIMPINAN PBNU 2021-2026.

Surat tertanggal 12 Oktober 2021 itu, menyertakan tanda tangan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar, Sekretaris Prof Dr Akh Muzakki, MAg, Rais Syuriah KH Anwar Manshur dan Katib Drs KH Syarifudin Syarif.

“Isinya 3 item. Saya belum tahu tingkat kebenarannya. Karena di situ tidak tercantum nomor, lazimnya surat keputusan,” demikian warganet yang langsung menginformasikan kepada duta.co.

Ya! Isinya tiga item. Pertimbangannya “Merespon arahan masyayikh dan aspirasi pengurus cabang NU se-Jawa Timur, tentang kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Maka, pada 12 Oktober 2021, bersama ini Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyampaikan bahwa, pertama, untuk kebutuhan organisasi ke depan, PWNU Jawa Timur meyakini perlunya dilakukan proses perubahan strategis dalam bentuk regenerasi pada tataran kepemimpinan manajerial dan pelaksanakaan tugas organisasi (Tanfidziyah) di tubuh PBNU,” jelasnya.

Kedua, “Untuk kepentingan itu, NU Jawa Timur mengambil keputusan dalam bentuk pengusulan KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf masing-masing sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2021-2026,” tulisnya.

Sabtu atau Ahad Rapat

Ketiga, “PWNU Jawa Timur mengamanatkan kepada Pengurus NU di Cabang untuk mengamankan keputusan seperti pada poin 1 dan 2 di atas. Demikian surat keputusan ini dibuat untuk kemaslahatan organisasi,” pungkasnya.

Salah seorang Ketua PCNU di Jawa Timur, kepada duta.co membenarkan kalau ada gagasan Jawa Timur satu suara, satu barisan dalam Muktamar ke-34 nanti.

“Cabang sendiri belum berani bersuara, masih mendengarkan dengan seksama arahan PWNU. Kalau sekarang muncul surat keputusan tersebut, maka, itu suara PWNU. Rencananya, Sabtu atau Ahad depan ada undangan rapat,” katanya.

Kalau ini benar, maka, tertutup rapat pintu Kiai Said Aqil Sirajd (Kiai SAS) di Jawa Timur. Kabarnya, suara yang sama datang dari Jawa Tengah. “Mayoritas Jawa tidak menghendaki Kiai SAS tampil lagi,” demikian sumber duta.co. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry