Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr H Hidayatullah, SpS saat hendak divaksin didampingi Direktur RSI A Yani, dr Dodo Anando. DUTA/ endang
SURABAYA | duta.co  – Tenaga kesehatan (nakes) dan karyawan RSI Surabaya Ahmad Yani mulai divaksin Covid-19, Senin (18/1/2021).
Vaksin di tahap pertama ini untuk 490 dari 665 karyawan yang ada. Karena baru 490 karyawan yang bisa melakukan daftar ulang secara online, sisanya masih mengalami kendala sistem online.
Sebanyak 490 karyawan itu divaksin melalui beberapa sesi. Dalam sehari, RSI A Yani menggelar vaksinasi sebanyak dua hingga tiga sesi di mana satu sesi untuk 15 orang karyawan.
Salah satu karyawan yang divaksin pertama kali adalah Wakil Direktur Medis, drg Laili Rachmawati. Selain itu ada Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr Hidayatullah, SpS yang memang mendapatkan jadwal vaksin Senin (18/1/2021) dan bertempat di RSI Ahmad Yani.
dr Hidayatullah yang mendapatkan giliran pertama mengaku lega bisa vaksin Covid-19. “Secara psikologis saya sangat lega. Dan saat disuntik juga tidak merasakan apa-apa, sampai setelah suntik juga tidak merasakan apa-apa.Semoga juga baik-baik saja,” ujar dr Hidayatullah.
Wakil Direktur Medis RSI A Yani, drg Laili Rachmawati saat ditensi sebelum divaksin Covid-19. DUTA/ endang

Wadir Medis RSI A Yani, drg Laili Rachmawati juga merasakan hal yang sama. Vaksin membuatnya merasa lega. “Tidak sakit dan saya tidak merasakan perubahan apapun,” tandas drg Laili.

Vaksin sesi pertama diikuti 29 tenaga kesehatan dan karyawan. RSI A Yani menyiapkan  tiga vaksinator yang terdiri dari dua dokter dan satu bidan. Dibantu beberapa perawat dan administrasi untuk proses pendaftaran dan skrining awal penerima vaksin.
Direktur RSI A Yani, dr Dodo Anondo bersyukur pemberian vaksin pertama untuk nakes dan karyawan RSI A Yani berjalan lancar. Dodo memperkirakan vaksin tahap pertama di RSI A Yani akan selesai pada awal Februari 2021. “Termasuk juga nakes dan karyawan yang sampai saat ini masih belum bisa mendaftar ulang. Kami berharap terus dicoba daftar ulang agar vaksin tahap pertama ini bisa cepat selesai,” tukasnya.
Nakes dan karyawan RSI A Yani yang sudah divaksin menunjukkan sertifikatnya. DUTA/endang

Vaksin Covid-19 ini menjadi harapan baru bagi Indonesia. Apalagi bagi nakes yang berada di garda terdepan penanganan pasien Covid-19. Sehingga, vaksin untuk nakes dan karyawan di pusat layanan kesehatan memamg harus disegerakan.

Ruang Pasien Covid-19 Penuh
Sementara itu, dr Dodo Anondo menegaskan, ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di RSI A Yani saat ini penuh. Sebanyak 82 tempat tidur ditambah 6 tempat tidur dengan ventilator sudah terisi.”Bahkan, pasien baru harus menunggu di UGD sambil menunggu pasien yang pulang,” tukasnya.
RSI A Yani sendiri sudah memisahkan UGD untuk pasien Covid-19 dengan pasien biasa. Ini dilakukan agar masyarakat bisa merasa aman berobat ke RSI A Yani, selain itu semua pasien bisa dilayani dengan baik.
“Dari 162 tempat tidur yang kami miliki, 82 sudah untuk pasien Covid-19, sisanya untuk pasien non Covid-19. Agar semua bisa kami layani dengan baik. Selain itu, sudah kami pisah antara ruang perawatan Covid-19 dan non Covid-19 sehingga di rumah sakit ini ada kawasan zona hijau dan merah. Kami tidak ingin mencampur demi keamanan semuanya,” jelas dr Dodo. end
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry