RUPST : Direksi PT Intiland Development Tbk usai mengelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018. (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co – Pengembang properti PT Intiland Development Tbk mengelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018. RUPST menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2018 yang meliputi Laporan Direksi,

Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, dan Laporan Keuangan yang berakhir 31 Desember 2018. Pemegang saham juga memberikan persetujuan untuk penggunaan laba bersih tahun 2018 senilai Rp203,7 miliar.

Archied Noto Pradono Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland mengungkapkan bahwa dari perolehan laba bersih tersebut, sebesar Rp20,7 miliar dialokasikan untuk dividen atau senilai Rp2 per saham. Nilai dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham tersebut setara 10,2 persen dari perolehan laba bersih Perseroan tahun 2018.

“Sisanya sebesar Rp180,9 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan dan sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib,” ungkap Archied .

Berkaitan dengan hasil pencapaian 2018, Archied mengungkapkan bahwa Perseroan cukup berhasil mempertahankan kinerja usaha di tengah kondisi pasar properti yang belum kondusif. Perseroan menilai tingkat permintaan pasar terhadap produk properti relatif tidak mengalami pertumbuhan secara signifikan.

“Kondisi sektor properti masih cukup berat dan belum kembali kondusif. Tapi kami percaya peluang tetap ada dengan fokus pada segmen-segmen pengembangan yang memberi ruang untuk menciptakan pertumbuhan usaha,” kata Archied.

Di tengah tantangan yang terjadi di industri properti, Perseroan pada tahun lalu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,6 triliun, atau naik sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,2 triliun. Laba usaha dan laba bersih tercatat mencapai Rp327 miliar dan Rp203 miliar atau masing-masing mengalami penurunan sebesar 5,2 persen dan 31,6 persen.

“Penurunan kinerja profitabilitas terutama disebabkan oleh menurunnya margin laba kotor dan tingginya beban bunga,” ungkap Archied.

Berdasarkan hasil laporan keuangan triwulan I yang berakhir 31 Maret 2018, Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha Rp887,6 miliar, atau naik sebesar 25 persen dibandingkan triwulan I 2018 yang mencapai Rp709,2 miliar. Laba usaha dan laba bersih Perseroan tercatat mencapai Rp156 miliar dan Rp48 miliar. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.