Nahdia Rachmawati. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Nahdia Rachmawati, tidak begitu saja bisa bisa meraih prestasi di luar akademik.  Hinga bisa menjadi Duta Anti Narkoba Sidoarjo.

Mahasiswa program studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini, awalnya adalah cewek pemalu. Dia tidak pernah mau bertatap muka dengan orang yang baru dikenalnya.

Sikap pemalu itu, yang membuat dia sering kali diikutkan lomba oleh ibundanya. “Saya ingat pesan orang tua, ikut lomba itu untuk membangkitkan rasa percaya diri, selebihnya adalah bonus,” jelasnya.

Namun, mengikuti satu perlombaan untuk pertama kalinya, membuat Nahdia ketagihan. Sehingga setiap ada lomba yang sesuai dengan kemampuannya, selalu dia ikuti. Hingga akhirnya menjadi Duta Anti Narkoba Sidoarjo.

“Mulai saat ini, saya senang bertemu dengan orang baru. Apalagi dengan aktivitas saya sebagai Duta Anti Narkoba, banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya dapatkan,” jelasnya.

Nahdia mengaku beruntung. Gelar yang disandangnya kini membuat dia bisa dengan mudah bertemu banyak orang hebat. Sehingga dari sana dia bisa menyerap ilmu-ilmu baru yang sangat berguna bagi kehidupannya kelak.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

“Selama saya mengikuti Duta Anti Narkoba Sidoarjo, membuat saya mendapatkan banyak ilmu, salah satunya ilmu public speaking sebagai seorang duta,” jelas anak ketiga dari empat bersaudara, putri dari Bapak Nanang Prihantoro dan Ibu Choirunnisak ini.

Dengan menjadi Duta Anti Narkoba, Nahdia berharap nantinya dia bisa mengajak anak-anak muda untuk bisa menjauhi narkoba. Karena narkoba akan merusak mental dan fisik generasi muda harapan bangsa.

 “Saya suka dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama menyandang gelar ini. Saya berkeliling ke sekolah SMA sederajat dan perguruan tinggi untuk mengedukasi dan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda,” ungkap Nahdia. ril/hms

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry