KECAM: Pimpinan MWC Se Surabaya saat memberikan pernyataan di kantor PCNU Surabaya, Selasa malam. DUTA/aziz

Surabaya|duta.co- Munculnya berbagai tanggapan miring terhadap video nonton bareng (nobar)  pengumuman rekomendasi PDI Perjuangan untuk Pilwali Surabaya di kantor PCNU Kota Surabaya membuat MWC NU se-Surabaya membuat gerakan klarifikasi. Apalagi muncul desakan pembekuan PCNU dari MWCNU Sukomanunggal.

Forum yang mengatasnamakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Surabaya Bersatu menilai orang-orang di luar struktur NU mengaggap nobar sebagai gerakan politik yang bertujuan untuk mendelegitimaai PCNU dan MWNU Surabaya.

Ketua MWCNU Wonokromo  Muhammad Unsi Fauzi mamandang, berita tersebut dianggap tidak benar karena mengatasnamakan seluruh MWCNU se-Surabaya. Padahal hanya MWCNU Sukomanunggal.

 

“Hanya satu MWCNU Suko Manunggal selebihnya adalah orang-orang di luar struktural NU,” ungkapnya dalam pertemuan seluruh MWCNU se-Surabaya di kantor PCNU Kota Surabaya jalan Bubutan, Selasa (8/9) malam.

 

Fauzi menilai jika gerakan tersebut bermuatan politis terkait Pilwali Surabaya dan jelang suksesi NU.  “Kami menganggap itu adalah gerakan politik yang ingin mendelegitimasi PCNU sekaligus MWCNU yang ada di Kota Surabaya,” tegasnya

 

Forum MWCNU se-Surabaya Bersatu turut mengecam penodaan simbol-simbol jamiiyah saat aksi demo dengan memasang spanduk berisi hujatan dan kata-kata kotor serta melecehkan pimpinan NU, ketua maupun rais dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

 

Fauzi mengaku, akan tetap solid dan satu barisan di bawah kepemimpinan KH Sulaiman Nur dan H Ahmad Muhibbin Zuhri serta menolak segala upaya yang tidak sesuai dengan nidzom jamiiyah. “Kami mendorong PCNU untuk memanggil terutama yang bersangkutan Ketua MWCNU Suko Manunggal terhadap gerakan ini karena itu sudah merusak marwah NU,” ungkapnya.

 

Selain itu, ia juga membantah isu tentang penyalahgunaan Kantor PCNU Kota Surabaya sebagai basecamp pemenangan buntut dari video yang beredar saat rekom PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

 

“Padahal yang sebenarnya adalah penyerahan Masjid Baiturrozaq dari PT CitraLand kepada PCNU Kota Surabaya,” jelasnya.

 

Kehadiran Forum MWCNU se-Surabaya Bersatu, jelas Fauzi, merupakan murni gerakan dari bawah karena merasa satu tujuan atas tindak pelecehan kepada PCNU. “Kami tidak terima itu apalagi ada spanduk-spanduk yang kata-katanya sangat kotor. (Ini) Pelecehan terhadap Ketua dan tentu jamiyah,” ujarnya.

 

Muhaimin Ali dari MWCNU Lakarsantri membenarkan acara di PCNU Surabaya sebenarnya penyerahan Masjud Baiturrozak PT Citraland kepada PCNU Surabaya. Kebetulan selesai acara ada pengumuman rekom PDIP untuk Surabaya.

 

“Euforia itu dianggap nobar, itu tidak ada planing, yang ada penyerahan masjid baiturrozak. Sebenarnya hari Senin, tapi karena PT Citraland ngak bisa akhirnya ditunda Rabu,” ucap formatur masjid Baiturrozak Citraland ini.

 

Ali menegaskan, secara organisasi tidak ada dukung mendukung terhadap salah satu calon. “Tidak ada dukungan, marwah NU tidak boleh diciderai, kalau salah faham, harus tabayyun,” tukasnya. (azi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry