Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka Regsosek 2023 , di aula Gajah Mada Lt. 7 Pemda Lamongan, Selasa (4/10/2022).

LAMONGAN | duta.co – Data selama ini ditengarai banyak yang kedaluwarsa. Guna pemutakhiran data, dilajukan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2023, dari tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022 dengan pendekatan akar rumput (bottom-up). Di Lamongan, kegiatan ini dibuka Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di aula Gajah Mada Lt. 7 Pemda Lamongan, Selasa (4/10/2022).

Di hadapan para Kades, lurah, serta camat se Kabupaten Lamongan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu mandat Presiden Joko Widodo untuk menyediakan sistem dan basis data.

Data ini, kata dia, terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan melalui pelaksanaan Regsosek.

“Sehingga dengan adanya kegiatan ini pemerintah akan memiliki basis data seluruh penduduk Indonesia dengan dilengkapi beberapa variabel sosial dan ekonominya,” ungkapnya.

Saat ini, jelas dia, data yang ada masih bersifat sektoral. Sehingga, dengan dimulainya regsosek ini diharapkan dapat memperbaiki data penduduk khususnya di Kabupaten Lamongan, agar menghasilkan data yang valid dan berkualitas.

“Melalui Regsosek ini akan memperbaiki data kita, sehingga terdapat data berkualitas. Inilah pentingnya data di era sekarang ini, kita tidak bisa melakukan kebijakan dengan intuisi tapi dengan basis data,” ucapnya.

Ia juga menegaskan akan pentingnya melihat data sebelum membuat suatu kebijakan. Karena menurutnya, dengan data pemerintah dapat melakukan kebijakan dengan tepat sasaran.

“Pertumbuhan ekonomi Lamongan terus mengalami kenaikan, NTP naik, manajemen pemerintahan juga berstandar internasional, tapi kenapa kenaikan itu tidak sebanding dengan penurunan kemiskinan. Nah ini bisa jadi intervensi penurunan kemiskinan tidak sesuai. Sehingga melalui kegiatan ini kita mulai melangkah dalam memiliki sandaran data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Untuk itu, dia minta, agar seluruh Kades/Lurah turut mensukseskan kegiatan Regsosek 2022 ini melalui sosialisasi kepada masyarakat. “Sehingga kuisioner yang dibagikan diisi dengan data yang benar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Lamongan Bagyo Trilaksono menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemkab Lamongan atas pendataan awal regsosek ini. Dia menjelaskan, data yang ada selama ini banyak yang sudah kadaluarsa. Untuk itu, melalui pendataan ini, dapat memperbarui data-data penduduk dengan tujuan meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.

“Perlu diketahui bahwa data yang ada banyak yang sudah kadaluarsa. Banyak yang sudah meninggal tetapi datanya masih ada. Dulu terdata kurang mampu karena giat bekerja keadaan ekonominya sudah stabil dan masih banyak lainnya. Sehingga dengan pendataan ini dapat mengupgrade data masyarakat terutama data kesejahteraan,” pungkasnya.

Proses pengumpulan data Regsosek sendiri akan dilakukan oleh BPS mulai tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022 dengan pendekatan akar rumput (bottom-up). Targetnya tahun 2023 Indonesia sudah memiliki sistem satu data terintegrasi untuk memetakan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. (dam)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry