FOTO BERSAMA. Ning Ita (tengah) berfoto bersama pejabat setempat aerta peserta Musrenbang Kelurahan Kauman Tahun 2027. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co — Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan jalan VIP bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan pembangunan di wilayahnya.

Penegasan ini disampaikan Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita saat membuka Musrenbang Kelurahan Kauman Tahun 2027 yang digelar di Ruang Rapat Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkukon, pada Rabu (21/2/2026).

“Dalam urutan pembangunan, visi-misi wali kota merupakan prioritas pertama dan prioritas ke dua adalah Musrenbang. Makanya panjenengan usul jangan keluar dari temanya, pasti akan diakomodir. Jadi, Musrenbang ini jalan VIP,” tandas Ning Ita.

Maka dari itu, lanjutnya, kalau warga ingin mengusulkan pembangunan di wilayahnya agar dilewatkan Musrenbang. “Musrenbang masuk prioritas ke dua setelah visi-misi. Ini sudah dibedah di Permendagri, dijelaskan demikian. Makanya monggo usulnya lewat Musrenbang, apa yang menjadi kebutuhan,” tegasnya.

Ning Ita juga menyampaikan, kalau masyarakat ingin mengusulkan hibah untuk masjid atau musala juga bisa. “Anggarannya kita masukkan lewat dinas di Sekretariat Daerah. Bisa diusulkan lewat Musrenbang. Monggo selama sesuai dengan tema tahunan,” ujarnya.

Lebih jauh Ning Ita menyampaikan bahwa Pemkot Mojokerto belum menentukan nilai alokasi anggaran Dana Kelurahan Kauman untuk tahun 2027.

“Tapi berdasarkan usulan dari masyarakat melalui Musrenbang ini, kira-kira atau patokannya tidak beda jauh dengan alokasi anggaran tahun 2026 ini,” imbuhnya.

Dana Kelurahan Kauman Tahun 2026 sebesar Rp 659 juta. Kalau yang tidak masuk dalam Dana Kelurahan, tapi menjadi programnya dinas, maka akan diakomodir melalui anggarannya dinas.

“Contohnya, Bedah Rumah kan tidak ada dalam Dana Kelurahan. Tapi, kalau kita pantau, banyak Bedah Rumah di Kelurahan Kauman. Itu diakomodir melalui anggaran PUPR. Kalau masih ada yang akan diusulkan untuk Bedah Rumah, monggo diusulkan di forum Musrenbang ,” katanya.

Untuk itu perempuan pertama yang menjabat sebagai Wali Kota Mojokerto ini meminta agar peserta Musrenbang bermusyawarah dengan berpegang pada rambu-rambu yang sudah ditentukan.

“Monggo panjenengan bermusyawarah, semoga menghasilkan keputusan yang terbaik, yang bisa bermanfaat, dan membawa keberkahan untuk Kota Mojokerto tercinta,” pungkasnya.(ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry