
LAMONGAN | duta.co – Perkembangan dunia olahraga di Kabupaten Lamongan terus meningkat setiap tahunnya. Jumlah cabang olahraga (cabor) di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lamongan kini mencapai 49 cabor.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Pendopo Lokatantra, Rabu (14/10/2026), mengapresiasi capaian KONI Lamongan serta berbagai prestasi olahraga yang telah diraih.
Menurutnya, peningkatan jumlah cabor tersebut membuka peluang semakin banyak cabang olahraga yang dapat dikembangkan di Kabupaten Lamongan.
“Tadi disampaikan hari ini sudah ada 49 cabang olahraga dalam naungan KONI, insyaallah ke depan akan lebih banyak lagi karena masih ada beberapa cabang olahraga yang nanti akan membentuk cabang olahraga baru di Lamongan,” terang Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Ia menyebut, sejumlah cabor baru bahkan memiliki potensi untuk berkembang dan tampil dalam berbagai ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
“Termasuk di dalamnya ada cabang olahraga baru tango (dancesport) dan ORADO (Federasi Olahraga Domino Nasional) yang kemarin belum sempat terpikir, tapi punya potensi besar dalam Porprov maupun kejuaraan-kejuaraan lain,” ujarnya.
Karena itu, Yuhronur berharap Musorkab tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga mampu mendorong peningkatan prestasi olahraga sekaligus menggairahkan masyarakat untuk berolahraga.
“Sehingga kita harapkan dalam musyawarah ini nanti akan mendorong supaya prestasi olahraga maupun kegairahan berolahraga masyarakat Lamongan menjadi mantap,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Lamongan terpilih periode 2026–2030, Munif Syarif, mengajak seluruh anggota KONI membangun kebersamaan untuk membawa prestasi olahraga Lamongan ke arah yang lebih baik.
Munif resmi menjabat Ketua KONI Lamongan setelah terpilih secara aklamasi dalam Musorkab di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (14/10/2026).
Usai terpilih, Munif langsung dihadapkan pada agenda besar, yakni mempersiapkan kontingen Lamongan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 yang direncanakan berlangsung pada akhir Juni mendatang.
Munif mengatakan, untuk menyongsong ajang olahraga terbesar se-Jatim tersebut, KONI Lamongan akan memetakan potensi atlet dan cabor, terutama yang dinilai memiliki peluang menyumbangkan medali emas.
“Keterbatasan waktu dan anggaran membuat persiapan Porprov harus dilakukan secara terukur. Karena itu, pihaknya akan menentukan cabang olahraga yang menjadi prioritas berdasarkan potensi prestasi masing-masing,” kata Munif kepada wartawan seusai terpilih sebagai Ketua KONI Lamongan.
Menurut Munif, seluruh cabor perlu memahami kemampuan dan peluang masing-masing agar persiapan dapat dilakukan lebih fokus. Langkah tersebut diharapkan membuat sumber daya yang tersedia dapat diarahkan untuk mengejar hasil maksimal.
“Ini harus menjadi prioritas kita semua. Cabang-cabang olahraga juga harus tahu potensi yang ada di masing-masing cabor, tidak memaksakan diri. Betul-betul kita fokuskan mana yang menjadi prioritas utama dan mana yang berpeluang memperoleh medali,” ujarnya.
Munif juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh cabor yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin KONI Lamongan selama empat tahun ke depan.
“Terima kasih kepada seluruh cabor yang sudah memberikan kepercayaan penuh kepada saya. Ini menjadi semangat bagi kita semua, bagaimana supaya ke depan atlet-atlet kita betul-betul bisa memaksimalkan potensi yang ada pada diri mereka,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Lamongan Hery Pranoto dalam Musorkab mengungkapkan, perkembangan jumlah cabor di Lamongan terus meningkat. Dari 29 cabor pada 2022, kini jumlahnya mencapai 49 cabor atau bertambah 20 cabor.
Dari 49 cabor tersebut, sebanyak 47 cabor telah disiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov X) Jawa Timur 2027 di Surabaya. Sejumlah cabor baru juga direncanakan ikut ambil bagian, di antaranya dayung dan tinju.
Hery mengatakan, pada Porprov VIII 2023 sejumlah cabor Lamongan mencatat prestasi menonjol, seperti petanque, tarung derajat, catur, biliar, karate, gulat, dan sambo. Saat itu, petanque bahkan menjadi juara umum.
“Pekan olahraga selanjutnya ada juga MMA (Mixed Martial Arts), kriket juga bagus saat ini, loncat indah, panjat tebing, silat, tarung derajat. Ada cabor baru mungkin akan tampil 2027 yakni dayung dan tinju,” ucapnya.
Menurut Hery, bertambahnya jumlah cabor harus diikuti peningkatan kualitas pembinaan, tidak hanya terhadap atlet tetapi juga pelatih.
“Semakin banyak cabor, tinggal nanti bagaimana kepengurusan KONI yang baru meningkatkan prestasinya tidak hanya atlet namun juga pelatih,” pungkasnya. (dam)








































