Komunitas muslim di Prancis masih sering mendapatkan teror. Kini mereka sedikit lega setelah mendengar Emmanuel Macron menang telak dalam Pilpres. (FT/BERITAMUSLIM)

PARIS | duta.co — Masjid Prancis memberi pernyataan terkait kemenangan calon presiden Emmanuel Macron dalam pemilu putaran kedua yang digelar Ahad (7/5). Umat Islam bersyukur dengan keunggulan pemimpin gerakan politik independen En Marche itu, masyarakat Muslim diyakini akan lebih baik menghadapi kondisi di negara itu

Calon Presiden Prancis Emmanuel Macron pun mengucapkan terima kasih pada para pendukungnya yang membuatnya bisa memenangkan Pilpres Prancis. Ucapan terima kasih diucapkan Macron sebelum menuju pesta kemenangannya di luar Louvre.

Emmanuel Macron

Dilansir CNN, Senin (8/5/2017), Macron mengatakan dirinya tidak akan melupakan orang-orang yang selama ini mendukungnya. Dia berjanji akan membayar kepercayaan warga Prancis kepadanya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendukung. Terima kasih dari lubuk hati terdalam,” ujar Macron.

“Aku tidak akan melupakanmu (para pendukungnya). Saya akan menaruh semua perhatian dan energi saya untuk membayar kepercayaan Anda,” lanjutnya.

Pria 39 tahun tersebut mengakui adanya perpecahan mendalam di masyarakat Prancis. Perpecahan tersebut dipicu oleh kesenjangan ekonomi, rapuhnya keamanan dan jaminan persatuan negara.

Karena itu, Macron berjanji akan membela Prancis dan Eropa. Tak hanya itu, dia menyebut akan melakukan segala cara untuk memperkuat Uni Eropa. “Saya akan membela Prancis. Saya akan membela Eropa. Saya akan melakukan segala cara untuk memperkuat Eropa dan orang-orang yang membentuknya,” sebut Macron.

“Aku tahu negara ini terbelah. Saya mengerti kemarahan, kegelisahan dan keraguan,” tutupnya. Sebelumnya, hasil exit poll dari sebuah lembaga survei independen menyebutkan Macron unggul 65,9 persen, sedangkan Le Pen mendapat 34,1 persen.

Macron disebut dapat membawa rekonsiliasi antara agama-agama di Prancis. Seluruh lapisan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda dinilai dapat bersatu tanpa terjadinya perpecahan atau bahkan perang saudara yang tidak diinginkan.

“Ini adalah harapan yang jelas bagi Muslim Prancis bahwa mereka dapat hidup harmonis bersama-sama dengan lapisan masyarakat lain yang juga menghargai nilai-nilai negara,” ujar pernyataan masjid La Grande Mosquee de Paris, Ahad (7/5/2017).

Macron unggul berdasarkan hasil penghitungan suara sejumlah lembaga survei. Setidaknya ada tiga lembaga survei yang melakukan penghitungan suara secara cepat setelah tempat pemungutan suara ditutup pukul 20.00 waktu setempat.

Mantan bankir investasi dan menteri keuangan Prancis itu unggul dari saingannya dari partai sayap kanan Front Nasional Marine Le Pen dengan kandidat presiden Prancis Emmanuel Macron unggul dalam pemilihan umum putaran kedua di negara itu yang digelar Ahad (7/5). Sejumlah survei menyatakan pendiri gerakan politik independen En Marche itu sebagai pemenang.

Setidaknya ada tiga lembaga survei yang melakukan penghitungan suara secara cepat. Penghitungan dilakukan setelah tempat pemungutan suara ditutup pukul 20.00 waktu setempat. Macron unggul dari saingannya, Marine Le Pen dengan mendapatkan 65 persen suara. Sementara kandidat dari partai sayap kanan Front Nasional itu hanya mendapat sebanyak 35 persen.

Pemiu Prancis telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan Muslim negara itu dengan munculnya politikus sayap kanan yang bersikap keras. Le Pen selama ini juga dianggap menentang segala bentuk multikulturisme dan dengan tegas menilai seluruh simbol dan atribut agama menentang sistem sekularisme yang diterapkan negaranya.

Le Pen bahkan mengatakan bahwa Macron bersikap terlalu tenang untuk mengatasi terorisme. Ia menilai saingannya itu tidak memiliki rencana menghadapi fundamentalisme Islam yang mungkin sangat berbahaya karena terkait dengan kejahatan tersebut, dikutip dari Reuters. (dt,rep)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry