Warga yang rela antri untuk mendapatkan bantuan air bersih. (DUTA.CO/Abdul)
PASURUAN | duta.co – BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan, memetakan ada 23 desa di tujuh kecamatan yang mengalami krisis air bersih disaat musim kemarau terjadi beberapa bulan ini. Bahkan setiap harinya sejumlah desa yang terdampak kekeringan masih di-supply air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati mengatakan, dari 23 desa di 7 kecamatan, sesuai kebutuhan dipasok air. “Distribusi air dilaksanakan sesui permintaan dari tiap kecamatan, setelah dilaksankan survey oleh tim ke desa tersebut,” terang dia, saat dihubungi via selulernya, Senin (19/10).
Kata Tectona, dari 23 desa Desa-desa tersebut mencakup, Des Bulusari dan Wonosunyo, Kecamatan Gempol, di kawasan barat. Untuk Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo di Kecamatan Winongan, Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, Karangjati dan Karangasem, di Kecamatan Lumbang, bagian selatan.
Juga Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, Klakah, Pasrepan dan Petung di Kecamatan Pasrepan, Desa Pasinan, Balunganyar, Semedusari dan Wates di Kecamatan Lekok, Desa Kedungpengaron dan Oro-oro Pule di Kecamatan Kejayan, Desa Karanglo, Kecamatan Grati. “Pasokan air tetap dilakukan,” ucap Tectona.
Dengan dimulainya musim pancaroba pasokan air tersebut, dipastikan bisa diminimalisir. “Dari assessment terhadap sumber-sumber air yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, sejauh ini belum ada perubahan. Artinya, tidak ada kenaikan volume air di sumber-sumber yang ada di kabupaten pasuruan tersebut,” urainya. (dul)
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry