
MOJOKERTO | duta.co – Di musim penghujan seperti saat ini memantik menjangkitnya sejumlah penyakit seperti Deman Berdarah Dengue (DBD), Infeksi Saluran Pernapasan (Ispa), leptospirosis, penyakit kulit, diare, dan lainnya. Namun, dengan adanya Program Budaya RT Berseri yang diluncurkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, mampu mencegah menjangkitnya penyakit-penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto, dr Achmad Rheza, Sp.OG, Subsp. FER, menyampaikan bahwa penyakit yang kerap muncul pada saat musim hujan di antaranya DBD, Ispa, leptospirosis, penyakit kulit, diare, dan lainnya.
“Penyakit-penyakit tersebut biasanya munculnya memang musiman, di saat musim hujan,” ujarnya didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Shofia Kuniawati saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).
Namun, lanjutnya, dengan adanya Program Budaya RT Berseri yang diluncurkan Ning Ita (sapaan akrab Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari) menjangkitnya penyakit-penyakit tersebut mampu dicegah.
“Sampai saat ini tidak ada kasus DBD di Kota Mojokerto. DBD ini paling ditakuti masyarakat dan munculnya di musim hujan seperti ini,” tandas dokter spesialis kandungan ini.
Menurutnya, Budaya RT Berseri (Bersih, Sehat, dan Asri) bukan hanya sekadar perlombaan sesaat yang hanya bertujuan untuk mencari pemenang dan hadiah, tetapi ini adalah ajakan untuk mengubah perilaku masyarakat Kota Mojokerto agar senantiasa menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan asri sebagai gaya hidup sehari-hari.
“Budaya RT Berseri melibatkan 683 RT di 18 kelurahan se-Kota Mojokerto. Esensi utama dari program ini adalah partisipasi aktif masyarakat melakukan gotong royong dan perubahan perilaku untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehingga indah dan sehat. Lingkungan bersih, penyakit minggat,” tegasnya.
Lebih jauh dikatakan, Program Budaya RT Berseri ini sejalan dengan Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Minggu kemarin Pemkot Mojokerto melakukan kerja bakti massal. Selain memang sudah rutin dilakukan oleh Pemkot Mojokerto, kerja bakti massal ini juga untuk mendukung suksesi Program Indonesia ASRI,” jelasnya.
Mantan Wadir RSUD Wahidin Sudiro Husodo ini juga menyampaikan, bersih-bersih lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab masyarakat. “Pemerintah memberi contoh, informasi, dan edukasi, masyarakat yang melaksanakan,” imbuhnya.
Akhirnya dia berpesan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan mengubah prilaku menjadi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) supaya lingkungan indah dan sehat, terutama di musim hujan seperti saat ini.
“Lakukan 3M Plus, yakni mengubur, menguras, dan menutup tempat-tempat yang menimbulkan genangan air yang menjadi tempat bersarangnya nyamuk aedes aegypti penyebab DBD, plus mengoleskan lotion anti nyamuk. Sebab, penyakit yang paling sering muncul di musim hujan ini adalah DBD,” pungkasnya. ywd








































