
LAMONGAN | duta.co – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 sebagai momentum penentuan arah kepemimpinan partai ke depan.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Ketua DPW PKB Jawa Timur, H. Halim Iskandar, pada Sabtu malam (28/3/2026) di Grand Hotel Mahkota.
Muscab kali ini menjadi ajang strategis untuk konsolidasi sekaligus persiapan menghadapi agenda politik mendatang. Partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) ini menargetkan peningkatan kekuatan politik di Kabupaten Lamongan.
Dinamika internal pun mulai menghangat seiring munculnya sejumlah nama kandidat Ketua DPC PKB Lamongan periode 2026–2031. Dari beberapa nama yang beredar, dua figur dinilai paling kuat, yakni Abdul Ghofur dan M. Freddy Wahyudi.
Selain keduanya, nama Suherman dan Jauharul Fikri (Saleho) juga sempat mencuat. Namun, peta dukungan di internal partai menunjukkan dominasi suara lebih mengarah kepada Ghofur dan Freddy.
Abdul Ghofur merupakan figur berpengalaman di tubuh PKB Lamongan. Di bawah kepemimpinannya, PKB berhasil memenangkan Pemilu Legislatif 2024 dengan perolehan 12 kursi DPRD Lamongan. Capaian tersebut menempatkan PKB sebagai kekuatan politik dominan di daerah.
Sementara itu, M. Freddy Wahyudi saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Lamongan melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW). Ia juga dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Muscab 2026, yang memperkuat posisinya dalam struktur partai.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa proses penentuan ketua akan mengikuti mekanisme partai dan tetap menjunjung prinsip demokrasi internal.
“Muscab ini untuk menjaring calon ketua. Nama-nama yang diusulkan oleh pengurus di tingkat bawah akan diproses dan ditentukan oleh DPP PKB,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh kandidat akan melalui tahapan verifikasi serta Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK) di tingkat DPW dan DPP sebelum keputusan final ditetapkan.
“Memang saat ini nama Ghofur dan Freddy yang paling mencuat, meski ada beberapa nama lain yang juga muncul,” tambahnya.
Muscab 2026 tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum penting untuk regenerasi kader dan penguatan organisasi. PKB Lamongan menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif dari 12 kursi menjadi 19 kursi pada Pemilu mendatang.
Dengan menguatnya dua nama tersebut, publik kini menanti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB terkait figur yang akan memimpin PKB Lamongan ke depan. (ard)






































