
SURABAYA | duta.co – Namanya Muhammad Zanathan Zayn Bachri. Usianya baru lima tahun. Namun hobinya sudah jauh lebih tinggi dari usianya. Murid Taman Kanak-Kanak (TK) B Ta’miriyah Jalan Indrapura ini punya hobi balapan motor.
Bukan hanya motor mainan seperti yang dinaiki anak-anak seusianya. Namun motor balap yang dinaiki Zayn, adalah motor berbahan bakar bensin atau Mini GP. Belum lama ini, Zayn juga ikut perlombaan Mini GP di Kediri.
“Saya suka balapan karena kalau melihat pembalap dan motor balapnya itu keren. Saya suka, pembalapnya Nampak gagah,” ujar Zayn polos saat ditemui di Ta’miriyah, Kamis (9/4/2026).
Meski usianya baru lima tahun, namun tekatnya untuk menjadi pembalap tidak main-main. Dia rajin berlatih di Sirkuit Bung Tomo Surabaya.
Tak tanggung-tanggung, Zayn dilatih langsung pembalap kenamaan Kota Surabaya, Tommy Salim. Kedua orang tuanya, Mochammad Syamsul Bachri dan Icha Rovelia Nurhasanah mendukung penuh hobi anak semata wayangnya.
“Awalnya ya gimana ya. Dia itu anak satu-satunya. Tapi, kita sekarang mendukung penuh hobi anak. Meski begitu kita tetap mengawasi sekolahnya agar tidak tertinggal. Begitu juga ngajinya,” ujar Icha Rovelia.
Icha kemudian menceritakan awal mulanya. Saat Zayn berusia dua tahun, nangis kalau lari kemudian jatuh. Namun sewaktu naik motor kecil yang dimiliki, dia gak nangis, gak kapok dan malah merasa tertantang untuk menaikinya lagi.
“Dari situlah awalnya kami melihat ada potensi di anak saya. Makanya saat dia ulang tahun ke-2, diberi hadiah motor listrik. Dia tambah senang dan pingin terus menaikinya,” tambah Icha.
Melihat potensi “langka” ini, kedua orang tuanya mengarahkannya ke jalan yang tepat. Dicarikanlah pelatih untuk mendampingi Zayn, yaitu Tommy Salim. Sejak saat itulah, Zayn semakin akrab dengan motor balap.

Dukungan orang tua Zayn pun tak setengah-setengah. Sadar jika hobi anak satu-satunya ini penuh risiko, kedua orang tuanya rela merogoh kantong untuk membelikan wearpack lengkap, sepatu, helm dan sebagainya. “Kalau dihitung yang nilainya bisa dua digitlah,” tambah Icha.
Selain perlengkapan balap yang harganya tak murah, ternyata Zayn juga punya tujuh koleksi motor balap di rumah. Bahkan, tahun ini disiapkan untuk ikut event perlombaan di Sirkuit Mandalika.
Setelah Zain bergelut di dunia balap motor, kini kedua orang tuanya semakin mendukung demi masa depan. “Sekarang sudah full dukungan kita, sudah tak ada lagi perasaan was-was. Apalagi pelatihnya seorang pembalap profesional,” pungkasnya.
Kepala Jenjang TK Ta’miriyah, Ustadzah Sri Kuswati, SPd mengaku bangga dengan bakat yang dimiliki anak didiknya. Ustadzah yang akrab disapa Rini sangat mendukung setiap langkah positif anak-anak. Dia juga mengapresiasi orang tua siswa yang telah mensupport potensi anaknya
“Tentu saja sekolah sangat mendukung bakat anak anak. Apalagi yang dimiliki Zayn ini kan bakat langka, tidak semua anak bisa dan punya kemampuan seperti Zayn,” terang Rini. ril/lis





































