BERLATIH : MuridSD SAInS Situbondo Jatim Saat berlatih Kuda dan Panahan (duta.co/HERU)

SITUBONDO| duta.co -Murid-murid Sekolah Dasar Sentra Anak Inklusi Situbondo Jatim (SD SAInS Situbondo Jatim) yang berkedudukan di Jalan Baluran N0. 25, Dusun Paerayaan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, ternyata tangkas dalam berbagai bidang olah raga dan pandai membaca hafalan Al Quran serta mata pelajaran umum, Jumat (9/8/2019).

Kendati mereka dalam proses belajar mengajar mendapat perlakuan khusus dari para gurunya. Namun, murid-murid SD SAInS Situbondo Jatim ini ternyata selain pintar-pintar juga mempunyai ketanangkasan dalam bidang olah raga berkuda, panahan dan berenang.

“Selain mereka kita bimbing dalam pelajar Matemati, Bahasa Inggris, Bahasa Madura, PKN, IPS, IPA dan PAI, mereka juga mengikuti ekstra kulikuler seperti mengikuti kegiatan Pramuka, Qiroah, Penelitian, Berkuda, Berenang dan Panahan,” jelas S.T. Wati Sulasminingsih perintis sekaligus Kepala SD SAInS Situbondo Jatim ini.

Lebih lanjut, Wati, panggilan akrab  S.T. Wati Sulasminingsih mengatakan bahwa, SD SAInS Situbondo Jatim ini, selain belajar mata pelajaran formal dan ekstra kulikuler. Mereka juga dibekali pengetahuan tentang belajar alam, cocok tanamdan berbaur secara langsung dengan masyarakat dengan cara pendekatan yang humanis.

“Visi dan misi SD SAInS Situbondo Jatim ini, adalah berahlaq mulia dan mandiri. Sedangkan, slogannya bertehnologi tapi tetap berbudi, cendikia tapi tetap berbudaya cinta agama, keluarga dan bangsa,” tutur Wati.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Wati, dalam mendidik murid-muridnya. Namun, dia juga menyampaikan bahwa, muridnya yang membutuhkan perlakuan khusus juga dibekali dengan kemandirian dan lifeskill. Seperti pembelajaran marketing, berkebun, beternak, tata boga dan busana.

“Setiap hari Minggu, mereka mengikuti lifeskill ketangkasan seperti berkuda, panahan dan berenang. Untuk lifeskill wajib dan ketangkasan bergantian waktunya 2 minggu sekali,” jelas Wati.

Untuk akademik, sambung Wati, murid-murid SD SAInS Situbondo Jatim masuk selama 5 hari belajar.

“Mereka juga kita bekali dengan pelajaran budi pekerti dengan cara pengenalan tatakrama dan norma agama, hafidz juz 30, hafalan Al Quran, do’a sehari-hari, hadist, dan sholawat. Selain itu, mereka juga mengikuti ujian kediknasan dan lokal. Sedangkan, untuk penilaian dilakukan tengah semester dan penilaian akhir semester,” jelasnya.

Adapun kegiatan  diluar akademik, imbuh Wati, melakukan kompetisi lokal dan kabupaten pada peringatan-peringatan di hari nasional. “Mereka juga kita ajak melakukan pengalian bakat dengan cara roadshow ke-radio-radio dan tv lokal serta melakukan praktek marketing di pasar-pasar, alun-alun dan di tempat-tempat umum yang memungkinkan. Selain itu, kita juga melakukan kegiatan ESQ  setelah ujian,” bebernya.

Wati juga menjelaskan bahwa, selain mereka mendapat pelajaran sebagaimana mestinya, mereka juga di beri pembinaan tambahan dan trapi khusus bagi yang bermasalah dalam memahami sebuah  konsep materi. “Bagi siswa yang ABK, kita ada kerjasama dengan dokter anak yang di rujuk orang tuanya. Jika psikolog dan psikiater di butuhkan, maka ada pendamping dari orang tua dan guru secara bersinambung bahkan sampai pemboardingan atau asrama jika dibutuhkan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, jumlah siswa-siswi SD SAInS Situbondo Jatim ini ada 55 orang yang berasal dari berbagai desa di Wilayah Kecamatan Panarukan, Situbondo dan Panji. Sedangkan, gurunya ada 11 orang yang mengajar secara ikhlas tampa gaji yang memadai. Sedangkan, untuk kebutuhan proses belajar mengajar, SD SAInS Situbondo Jatim ini subsidi oleh Yayasan Cerdas Ceria Inovatif dan Eksklusif dan menggunakan biaya bimbingan dari murid-murid reguler (murid normal, red) sebesar 50 ribu rupiah serta biaya bimbingan dari siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang membayar variatif dan seikhlasnya. her

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.