
SURABAYA | duta.co – Menarik! Sumber duta.co mengabarkan, bahwa, Dr (HC) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum PKB, bakal serius maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama).
“Ini serius! Dengan tampilnya Cak Imin insyaAllah PKB akan terkendali oleh PBNU. Syaratnya Cak Imin memang harus melepas PKB terlebih dahulu. Ini masalahnya,” tegas sumber itu, Ahad (31/5/26).
Dalam pandangan Pengamat Politik Santri, Dr M Sholeh Basyari, keinginan itu adalah sah-sah saja. “Sah-sah saja. Dan ini menarik. Saya melihat apa yang disampaikan Gus Muwafiq (KH Ahmad Muwafiq) yang mendorong Cak Imin untuk maju (sendiri) sebagai Calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35, sangat tepat. Apalagi menurut Gus Muwafiq, daripada Cak Imin terus mendorong atau mengusung orang lain, lebih baik ia sendiri maju mencalonkan diri sendiri untuk memimpin PBNU,” tegas Direktur Eksuktif CSIIS (Center for Strategic on Islamic and International Studies) ini.

Menurut M Sholeh, dirinya sengaja hadir dalam acara dialog kebangsan bersama Pengasuh Pondok Pesantren Minggir, Sleman, DI Yogyakarta, KH Ahmad Muwafiq di pondoknya, Sabtu, (30/5/2026). Acara dihadiri puluhan kader NU dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Temanya jelas dengan memasang gambar Caik Imin. ‘Gus Muhaimin Iskandar’ Solusi Kepemimpinan Reformis untuk Mengembalikan Kembali Marwah Nahdlatul Ulama’. “Sampai saat ini, saya masih di Pesantren Minggir ini,” tambah Sholeh tertawa.
Menurutnya, ada tiga pesan dalam acara yang dipandegani Gus Muwafiq tersebut. Pertama, ini acara luar biasa dan dikemas nahdliyin dengan penuh keprihatinan setelah melihat 5 tahun PBNU, terutama konflik yang terjadi belakangan ini.
Kedua, acara ini adalah kelanjutan dari statemen Gus Muwafiq, yang mengatakan bahwa daripada Cak Imin terus mendorong atau mengusung orang lain, lebih baik ia sendiri maju mencalonkan diri sendiri untuk memimpin PBNU.
“Ketiga, saya ingin merefresh elit NU maupun PKB, bahwa, Gus Dur menjadi Presiden RI itu miqotnya (berangkatnya) adalah dari PBNU, sama dengan KH Ma’ruf Amin sebagai Wapres RI berangkat dari PBNU. Nah, kalau Muhaimin ingin menuju ke arah sana (Presiden atau Wapres RI) maka miqotnya adalah PBNU,” tegasnya.
Apakah mungkin Cak Imin bisa menjadi kandidat Ketum PBNU, sementara sampai saat ini masih memegang jabatan Ketum PKB? Bukankah akan terganjal Tatib: harus tidak menjadi pengurus Parpol selama 1 tahun? “Nanti baru kelihatan di Konbes. Tatib itu bisa diubah. Hanya Kitab Suci (Alquran) yang tidak bisa diubah,” jelasnya sambil tersenyum. (mky)





































