NETRAL: APK Bertuliskan Jokowi Tetap Presiden terpasang di lokasi kunjungan yang agedannya dilakukan Panglima TNI dan Kapolri (Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co — Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) terpasang di sekitar lokasi kunjungan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beserta rombongan, Ponpes Al-Falah Desa Ploso Kecamatan Mojo mendapat perhatian khusus dari Bawaslu Kabupaten Kediri.

Saat dikonfirmasi Selasa malam (02/04/2019), pihak pengawas Pemilu saat ini langsung menggelar rapat pleno.

Terdapat foto dan nomor urut pasangan calon nomor 01 tertulis jelas pada banner ini, menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Ratusan banner bertuliskan Jokowi Tetap Presiden, dengan mengatasnamakan Rekan Setia Jokowi – Indonesia Maju, terpasang di sepanjang Jl. Raya Mojo Kabupaten Kediri.

Paling menyolok, di lokasi Lapangan Mojo, rencananya dipergunakan helipad, dijadikan sarana transportasi dipergunakan 2 petinggi negara dalam kunjungan.

Meski akhirnya batal melakukan silahturahim dengan pengasuh Ponpes Al- Falah, namun APK tersebut tetap terpasang.

“Sebelumnya tidak ada, saat ada kabar Panglima TNI dan Kapolri sowan ke Ploso, kemudian dipasangi,” jelas sejumlah warga, saat ditemui di sekitar lapangan. 

Ketika ditanya kenapa bergerombol bersama puluhan lainnya, Sutini, warga setempat mengaku, dirinya ingin melihat wajah Panglima dan Kapolri.

Saat mendapat kabar bahwa keduanya tidak jadi datang, akhirnya secara berangsur-angsur mereka meninggalkan lokasi, seiring buyarnya petugas keamanan ditempatkan menjaga lokasi helipad.

“Kok tidak ngomong dari tadi, bapak polisi atau tentara itu, saya nunggu sejak pagi sampai kepanasan,” ucapnya.   

Ciderai Netralitas TNI-Polri

Adapun terkait APK, Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri Faidatul Umah saat dikonfirmasi menyampaikan, saat ini sedang menggelar pleno karena laporannya baru masuk.

“Ini akan kami pleno-kan, karena laporannya baru masuk. Kira-kira jam 11 malam baru selesai, karena ada 4 lokasi kampanye yang harus kami bahas,” jelasnya.

Tentunya, bisa dianggap menciderai politik menginggat para petinggi TNI dan Polri secara tegas telah menyatakan netral dalam Pemilu Serentak digelar 17 April nanti.

“Bahwa TNI dan Polri harus netral demi suksesnya Pemilu Serentak, dan itu sudah disposisi Kapolri kepada seluruh jajarannya,” kata Jenderal Purn Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan RI, usai menghadiri Mujahadah Kubro di Ponpes Wahidiyah Kedonglo, kemarin. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.